Pengalaman dan Tips Mengerjakan Soal-soal CPNS 2019

Pengalaman dan Tips Mengerjakan Soal-soal CPNS 2019

Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia adalah pekerjaan yang banyak diburu orang. Setidaknya asumsi itu masih kuat hingga sekarang. Lihat saja, hampir setiap tahun pemerintah selalu membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan berbagai formasi. Pelamarnya ratusan ribu, dari mulai jenjang SMA sampai S3. Iming-iming gaji besar, tunjangan, dan jaminan pensiun seakan-akan selalu menggiurkan bagi semua orang. Saya pun tak menampik akan hal itu.

Setelah lulus kuliah tahun 2016, banyak teman-teman kampus saya pun ikut daftar CPNS. Saya kebetulan tidak begitu tertarik waktu itu. Alasannya, ya karena ingin mencoba pekerjaan lain yang sesuai dengan jurusan saya di bidang jurnalistik.

Saya lebih senang menjadi seorang freelance sebetulnya. Karena kerja tidak usah ngantor, bisa leluasa mengatur waktu, dan tidak bergelut dengan kemacetan saat pergi dan pulang kerja. Tapi kadang stigma seorang freelance itu negatif, apalagi di hadapan calon mertua yang lebih senang dengan pekerjaan tetap karena gajinya stabil setiap bulan. *Pengalaman pribadi sekali 🙂

Tapi garis hidup berkata lain. Setelah menjadi wartawan kurang lebih 2 tahun, saya pun pindah pekerjaan menjadi pekerja kantoran di ITB. Namun tetap saya syukuri karena mungkin itu yang terbaik bagi saya saat ini. Bagaimana dengan cita-cita menjadi freelance? Tetap ada dong.

Wah prolognya panjang sekali ya hehe. Jadi mana cerita pengalaman ikut tes CPNS-nya? Sabar, ini baru mulai. Kan harus runut dari pendahuluan, latarbelakang, rumusan masalah, penjelasan, dan kesimpulan. Sudah seperti karya tulis ilmiah saja.

Ceritanya dimulai dari sini. Karena sekarang saya bekerja sebagai pegawai kantoran, keinginan untuk menjadi seorang PNS pun muncul. Selain itu, ada sedikit rasa penasaran juga karena beberapa teman sering ikutan tapi jarang yang lolos. Jiwa penyuka tantangan saya pun merasa terpanggil. Saya pun memutuskan untuk ikut tes CPNS Tahun Anggaran 2019 ini.

Tes CPNS = Seni Memecahkan Masalah

Setelah mendaftar dan mengirim berkas pada November tahun 2019, alhamdulillah saya ternyata lolos seleksi administrasi. Selanjutnya adalah diharuskan mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Saya kebagian tes SKD tanggal 6 Februari 2020 di Telkom University.

Pengalaman Tes CPNS Adi Permana
Inilah lokasi tes CPNS saya di Telkom University. Foto: Ayobandung.com

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tes CPNS tahun ini terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jumlah soalnya ada 100 yang terbagi ke dalam; TWK 30 soal, TIU 35 soal, dan TKP 35 soal. Waktu pengerjaan adalah 90 menit.

Tantangan dalam tes SKD CPNS adalah harus lolos passing grade (PG). Apa itu? PG adalah nilai ambang batas yang harus dimiliki oleh peserta tes. Tahun ini, pemerintah menetapkan nilai PG untuk masing-masing bidang adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 125. Semakin tinggi nilai kita dari PG, tentu semakin baik hasilnya dan berpeluang lolos ke tahap selanjutnya. Nah untuk tahun ini, soal yang menjadi momok adalah di TWK. Banyak yang tak lulus di bidang ini, menurut review dari beberapa orang.

Awalnya, saya berniat tidak akan belajar dalam menghadapi tes CPNS Tahun 2019. Tapi karena desakan keluarga, saya mau tidak mau harus nurut. Saya pun akan merasa bersalah jika pada hasilnya nanti saya lulus PG meskipun tanpa belajar. Itu sepertinya menyakiti perasaan orang yang belajar. Pede abis. Akhirnya saya mulai serius belajar saat H-3 tes. Sebelum-sebelumnya paling hanya browsing dan nonton Youtube saja.

Sistem kebut semalam memang kurang baik untuk dilakukan, tapi daripada tidak belajar sama sekali?

Trik Mengerjakan Soal CPNS

Setelah mengenal apa itu TWK, TIU, dan TKP, saya pun mulai memahami karakteristik soal-soal SKD CPNS. Jujur sangat sulit memang, apalagi kita berlomba dengan ribuan peserta lain. Maka dari itu, perlu trik dalam mengerjakan soal-soalnya.

Setelah banyak menonton review di Youtube maupun baca-baca di web, kesimpulan saya adalah ternyata soal-soal tes CPNS polanya hampir sama dari tahun ke tahun. Misalnya untuk soal TWK, benar-benar pemahaman dan pengamalan kita tentang nial-nilai Pancasila, UUD, nasionalisme, cinta tanah air, dll.

Kemudian untuk soal TIU, saya awalnya menganggap justru soal-soal TIU-lah yang susah karena akan banyak hitungan. Tapi lagi-lagi kita jangan terkecoh oleh image sulit soal matematika loh, karena sebetulnya soalnya dibuat dengan mudah, kita hanya perlu tahu bagaimana cara menghitung jika jenis soal ini muncul. Jika sering berlatih, saya yakin teman-teman bakal bisa mengerjakannya.

Selanjutnya soal TKP. Ini memang agak rumit untuk dijelaskan sebab semua jawab dalam soal-soal TKP adalah benar. Hanya setiap jawabannya punya bobot nilai berbeda, kita perlu mengetahui mana jawaban yang paling tepat dari soal TKP. Bobot nilai yang paling besar adalah 5 dan paling kecil 1. Kunci mengerjakan soal TKP juga sama, harus rajin berlatih dan mengerjakan soal supaya kita paham polanya.

Sedikit tips, dalam mengerjakan soal-soal CPNS, saya memulai dengan soal TKP terlebih dahulu, kemudian soal TWK, dan TIU. Kenapa demikian, pertimbangannya karena jenis soal, nilai passing grade, dan waktu.

Mungkin bagi teman-teman yang membaca tulisan ini, punya pemikiran, “Ya jelaslah, apapun ujiannya kita harus belajar kalau mau lulus. Itu bukan jawaban untuk soal-soal CPNS, Di”.

Eh kata siapa. Saya ingin ngasih tahu kebenarannya. Saya sendiri merasa menyesal tidak mempelajari soal-soal CPNS sejak jauh-jauh hari. Sebab ternyata jika dipelajari, kita bakal bisa mengerjakan soal-soal tersebut dengan baik. Apalagi di zaman sekarang sudah ada banyak latihan soal, tryout, review, bocoran soal dll. Ini sangat membantu dan memudahkan kita semua lho.

Bahkan teman saya pun banyak belajar soal CPNS hanya dengan nonton Youtube, dan dia bisa lolos passing grade. Mungkin memang pada dasarnya dia pintar, ah enggak juga, yang penting kan ada kemauan untuk belajar.

Baca Juga: Belajar Soal-soal CPNS? Nonton Youtube Aja!

 

Lulus Passing Grade

Lalu bagaimana dengan hasil tes CPNS Tahun 2019 saya. Alhamdulillah, saya bisa lolos passing grade dengan nilai yang memuaskan dan sesuai dengan hasil belajar. Saya mendapatkan skor untuk TWK 90, TIU 95, dan TKP 135. Skor yang menurut saya layak untuk orang yang belajarnya mendekati pelaksanaan tes. Saya yakin kalau teman-teman belajar lebih baik, pasti nilainya pun akan lebih baik pula.

Ingat, doa pun sangat berperan penting selama tes CPNS. Karena pada hakikatnya, orang yang pintar akan kalah dengan orang yang beruntung. Makanya, sebelum tes, mintalah doa restu kepada orangtua, orang terdekat, guru-guru, kerabat, bos di kantor, dan orang-orang yang mendukung langkah kita.

Selanjutnya saya tinggal menunggu hasil dari perankingan pada 22-23 Maret 2020. Duh ini sangat deg-degan sekali. Karena dari 21 pelamar, hanya akan diambil 1 orang di formasi jabatan yang saya pilih. Mudah-mudahan bisa masuk tiga besar. Saya bernazar, jika masuk tiga besar, saya akan belajar lebih serius, sungguh-sungguh, dan lebih keras untuk tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Bismillahirrohmanirrohim.

Pada kesimpulannya, dari pengalaman mengikuti tes SKD CPNS Tahun 2019 ini, menurut saya tidak ada tes yang sulit selama kita mempersiapkannya dengan baik. Kalau gagal, jangan dulu menghakimi diri sendiri, mungkin Allah telah mempersiapkan jalan hidup lain yang lebih baik untuk kita. Stay positive thinking, friends.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *