Bahas Bahasa Rektor UIN Bandung

Bahas Bahasa Rektor UIN Bandung

Selain tagar #GunungDjatiMenggugat, ada hal menarik lain yang bisa kita bedah dari sisi bahasa. Tulisan ini hanya membedah dari perspektif bahasa.

Baru-baru ini, #GunungDjatiMenggugat menjadi trending topic di media sosial Twitter. Hastag tersebut muncul sebagai gerakan penolakan dari mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas kebijakan kampus mengenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Akan tetapi, dalam tagar tersebut ada hal lain yang menarik perhatian, yakni perihal siaran pers yang disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Mahmud terkait UKT mahasiswa yang akan mengikuti KKN-DR tahun 2020. Berikut ini tangkapan layar siaran pers tersebut.

gunung djati menggugat bahas bahasa adipermana
Tangkapan layar siaran pers UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sumber foto: Twitter

Dari siaran pers tersebut, apa kira-kira yang bisa kita bedah dan koreksi bersama dari aspek bahasa? Saya mencoba mengulasnya dalam Cek KBBI edisi “Bahas Bahasa Rektor UIN Bandung”.

1. Penggunaan “Press Release”

Jika kita simak pada judul tangkapan layar siaran pers tersebut, pihak kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggunakan istilah “Press Release” yang merupakan bahasa Inggris dari “Siaran Pers”. Jadi sebaiknya gunakan bahasa Indonesia saja untuk penyebutan siaran pers daripada bahasa Inggris. Sebab, isi maupun bahasa yang dituangkan adalah dalam bahasa Indonesia. Penggunaan “Press Release” lebih baik digunakan jika siaran persnya dituangkan dalam bahasa Inggris.

2. Penggunaan Kata Kerja dan Keterangan pada Judul

Pada judul siaran pers tersebut, kurang memerhatikan kehadiran kata kerja dan kata keterangan sebagai penguat informasi. Karena konteks dari siaran pers tersebut adalah tanggapan dari tuntutan mahasiswa, seharunya pihak kampus menambahkan frasa “tanggapan” atau “kebijakan”.

Sebagai pemisalan, jika kita hilangkan kata “Press Release” pada siaran pers tersebut, judulnya akan membingungkan. Maka dari itu, perlu ditambahkan kata keterangan lain sebagai penguat informasi. Sehingga, judul pada siaran pers tersebut akan lebih jelas.

siaran pers uin sunan gunung djati bandung bahasbahasa adipermana
Contoh apabila kata “Press Release” pada siaran pers tersebut dihilangkan.

 

Berikut ini contoh jika judul pada siaran pers tersebut ditambahkan frasa “tanggapan” atau “kebijakan”.

Usulan pertama menggunakan “tanggapan”.

TANGGAPAN REKTOR UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TERKAIT UKT MAHASISWA YANG AKAN MENGIKUTI KKN-DR TAHUN 2020

Usulan kedua menggunakan “kebijakan”.

KEBIJAKAN REKTOR UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TERKAIT UKT MAHASISWA YANG AKAN MENGIKUTI KKN-DR TAHUN 2020

3. Huruf Kapital

Pada siaran pers tersebut, terdapat beberapa kekeliruan penggunaan huruf kapital, yakni sebagai berikut:

  • Hari

Dalam siaran pers di paragraf pertama, seharusnya kata “hari” tidak ditulis dengan huruf kapital di awal kata. Selain itu, pada paragraf pertama juga tedapat pemborosan kalimat keterangan waktu. Seharunya, cukup menuliskan “Pada Kamis, 11 Juni 2020…” tidak perlu menyebutkan “hari ini”, begitupun kata “tanggal”.

  • Press Release

Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat selanjutnya terdapat pada kalimat penutup. Kata “Press Release” seharusnya ditulis dalam huruf biasa karena bukan nama orang, judul, jabatan, dan aturan lain perihal penggunaan huruf kapital. Juga, seperti dijelaskan di awal, alangkah lebih baik jika ditulis dalam bahasa Indonesia saja.

  • Isi pada Siaran Pers

Sebagaimana kita bisa lihat pada gambar, isi ataupun poin penting dari siaran pers tersebut terdapat pada paragraf kedua. Namun menurut saya, paragraf kedua kurang tepat apabila ditulis dengan huruf kapital. Sebab, penggunaan huruf kapital menunjukkan sebuah kalimat penegasan. Padahal, siaran pers tersebut ditujukkan kepada media, sebagai informasi dasar untuk mereka dalam melakukan peliputan berita. Oleh karena itu, lebih baik ditulis dengan huruf biasa.

siaran pers uin sunan gunung djati bandung menggungat

4. Kelengkapan Informasi

Jika kita simak dan bedah, siaran pers tersebut kurang lengkap informasinya. Sebagai sebuah siaran pers, sebaiknya pihak kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjelaskan terlebih dahulu kebijakan UKT, dan program KKN-DR di kampus tersebut. Jika tidak dijelaskan, media tentu saja akan bertanya-tanya perihal kebijakan UKT dan KKN-DR yang ditetapkan oleh kampus sebelumnya.

5. Herregistrasi

Hal lain yang menarik perhatian saya pada siaran pers tersebut adalah penggunaan istilah “herregistrasi”. Saya tidak menemukan istilah tersebut di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Akan tetapi, jika melihat konteks kalimatnya, maksud yang ingin disampaikan adalah pendaftaran ulang atau registrasi ulang. Sehingga cukup menggunakan “registrasi” saja daripada herregistrasi.

6. Tidak Terdapat Rincian Poin

Pada siaran pers tersebut, jika kita melihat pada paragraf pertama, di sana terdapat kata yang merujuk pada rincian akan suatu hal, yakni penggunaan “sebagai berikut” dan diikuti titik dua. Namun, tidak ada rincian poin setelahnya. Hanya ada satu paragraf yang ditulis dalam huruf kapital semua.

Jika memang pihak kampus tidak melakukan rincian, cukup ditulis dalam kalimat kesimpulan.

Pada Kamis, 11 Juni 2020, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah melaksanakan rapat terkait UKT mahasiswa yang akan mengikuti KKN-DR tahun 2020. Adapun hasil rapat tersebut berkesimpulan, bahwa jadwal registrasi ulang dan pembayaran UKT bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN-DR tahun 2020 ditangguhkan menunggu regulasi baru dari Kementerian Agama tentang UKT pada masa pandemi.

7. Dipedomani

Saya tidak menemukan kata ini di Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai turunan dari kata awalnya “pedoman”. Lebih tepat rasanya dijadikan kalimat aktif yaitu, “menjadi pedoman”.

8. Surat Edaran

Sepengetahuan saya, siaran pers jarang sekali dibubuhi tanda tangan disertai cap. Mungkin siaran pers ini lebih cocok menjadi surat edaran jika formatnya demikian, yang berlaku untuk lingkungan internal kampus.

__

Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf apabila masih terdapat kekeliuran.

Rubrik Cek KBBI ini diperuntukkan bagi penulis juga pembaca sekalian untuk sama-sama belajar dan mendalami bahasa Indonesia. Penulis sangat terbuka menerima kritik dan saran untuk perbaikan konten ke depannya. Terima kasih.

Salam Bahasa

 

Baca Cek KBBI lainnya

Adi Permana

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *