Belajar Penulisan Angka dan Bilangan dari Selebgram Aurelie

Belajar Penulisan Angka dan Bilangan dari Selebgram Aurelie

Penulisan angka dan bilangan dalam ragam tulisan—terutama formal–seringkali masih membingungkan bagi sebagian orang. Misalnya, apakah suatu bilangan ditulis dengan angka atau huruf? Pada tulisan Bahas Bahasa di rubrik Cek KBBI ini, kita akan belajar penulisan angka dan bilangan dari unggahan Selebgram Aurelie.

Profil Singkat Aurelie

Sebelumnya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Aurelie. Pemilik nama lengkap Aurelie Moeremans ini adalah seorang aktris, penyanyi, dan peragawati. Ia mengawali keriernya di dunia hiburan dengan mengikuti ajang model. Perempuan kelahiran Belgia itu sering disebut sebagai selebgram lantaran postingannya kerap kali viral di lini masa Instagram.

Baru-baru ini ia mengunggah sebuah video di akunnya. Sebetulnya itu adalah unggahan tentang pariwara, namun tulisan ini hanya akan berfokus pada pembahasan penulisan bilangan dan angka, juga beberapa catatan penulisan lainnya dari keterangan video yang ditulis Aurelie.

Berikut ini adalah tangkapan layar unggahan Aurelie di Instagramnya.

penulisan angka dan bilangan aurelie
Tangkapan layar unggahan Aurelie di Instagramnya. Tolong jangan gagal fokus, ya. (Foto: Adi Permana)

Memahami Penulisan Angka dan Bilangan

Materi yang saya tulis di sini adalah mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ingat ya, kita sudah tidak menggunakan istilah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) lagi, melainkan PUEBI.

Lantas, apa saja yang akan kita koreksi dan bedah dari unggahan Aurelie? Banyak. Berikut ulasannya.

1. Penulisan Nilai Uang

Saya sering menemukan kesalahan penulisan angka pada nilai uang. Seperti yang dilakukan Aurelie pada unggahannya. Sebelum kita bedah, mari simak penjelasan singkat berikut.

  • Rupiah yang ditulis sebagai Rp adalah simbol mata uang seperti halnya dolar (US$). Maka, harus dirangkai (tanpa spasi) dengan nominal uangnya. Dan, setelah Rp tidak diikuti dengan titik, ya.
  • Setelah nominal uang, maka diakhiri dengan koma (,) dan bilangan nol (0) dua kali.

Misalnya: Rp2.000,00

Apabila Anda melihat tulisan seperti ini, Rp.2.000,- itu kurang tepat.

Pada unggahan Aurelie, ia melakukan penulisan mata uang yang kurang tepat.

penulisan bilangan dan angka aurelie
Perhatikan garis merah pada gambar. (Foto: Adi Permana)

Seharusnya Aurelie menuliskan Rp1.000.000,00. Penggunaan tanda tanya (?) sebanyak tiga kali juga kurang tepat menurut saya, sebaiknya ditulis satu kali saja. Pun dengan penggunaan tanda tanya dan tanda seru bersamaan, itu juga kurang tepat. Sebaiknya ditulis salah satunya saja.

Ia juga menulis Rp dengan jarak atau spasi, seharusnya tanpa spasi. Kemudian setelah nominal uang, sebaiknya jangan diakhiri koma dan tanda hubung.

2. Bilangan yang Ditulis dengan Huruf

Sebagai informasi, angka terbagi ke dalam dua bagian, ada angka arab dan angka romawi. Saya tak tahu secara pasti sejarahnya mengapa disebut angka arab dan romawi. Itulah mungkin salah satu sifat arbitrer dari bahasa.

Angka arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

Angka romawi: I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X

penulisan angka dan bilangan
Penulisan angka dan bilangan. Sumber: PUEBI.

Selain itu, dalam PUEBI juga dijelaskan, bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian.

Misalnya:

Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.

Koleksi perpustakaan itu lebih dari satu juta buku.

Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain.

Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedang.

Selanjutnya, yang perlu Anda perhatikan adalah bilangan apabila terdapat di awal kalimat sebaiknya ditulis dengan huruf, bukan dengan angka.

Misalnya:

Sepuluh mahasiswa berprestasi mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah.

Catatan:

Penulisan berikut ini harap dihindari.

3 mahasiswa Institut Teknologi Bandung meraih prestasi pada kompetisi robotik nasional.

Apabila bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya harus diubah.

Misalnya:

Panitia mengundang 250 orang peserta.

Di lemari itu tersimpan 25 naskah kuno.

Catatan:

Mohon hindari penulisan berikut.

250 orang peserta diundang panitia.

25 naskah kuno tersimpan di lemari itu.

Pembahasan selanjutnya adalah angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi, dan waktu.

Misalnya:

0,5 sentimeter

5 kilogram

4 hektare

10 liter

2 tahun 6 bulan 5 hari

1 jam 20 menit

Pada unggahan Instagram Aurelie, dia menulis “buat 2 orang”. Ini kurang tepat, seharusnya ditulis dengan huruf “dua” saja. Kata “buat” juga kurang tepat, karena ada padanan lain yaitu “untuk”. Namun, dalam konteks ini, Aurelie mencoba membuat keterangan video dengan bahasa sehari-hari. Jadi tidak masalah ketika ia menulis “buat”. Akan tetapi, untuk ragam penulisan formal, lebih baik gunakan “untuk”.

penulisan bilangan dan angka aurelie
Perhatikan garis merah pada gambar. Foto: Adi Permana

Jadi, unggahan pada keterangan video Aurelie lebih baik ditulis “untuk dua orang” dan “untuk dua orang pemenang”.

3. Kata Depan

Pada unggahan Aurelie, di sana terdapat kata depan ke. Saya akan selalu rewel untuk urusan ini, sebab banyak orang melakukan kesalahan umum tersebut.

Kata depan di, ke, dan dari harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Apabila di judul, kata depan juga harus ditulis dengan huruf kecil—kecuali judulnya menggunakan huruf kapital semua.

Apabila kata depan yang menunjukkan keterangan tempat, maka harus dipisah. Apabila kata depan membentuk kata kerja pasif, maka dirangkai.

Baca: Belajar Kata Depan dari Sule

penulisan bilangan kata depan dan angka aurelie
Foto: Adi Permana

Dalam unggahan Aurelie, ia menulis “kemana”, seharunya “ke mana”.

4. Penulisan Tapi

Seperti sudah pernah saya tulis sebelumnya, kata tapi adalah bentuk tidak baku dari tetapi.

5. Penulisan Jam dan Hari

Dalam menulis kalimat efektif, hindari penggunaan kata hari dan jam yang diikuti keterangan waktu.

Misalnya:

Pada hari Sabtu, 27 Juni 2020, saya berangkat ke Bandung. Ini kurang efektif.

Pada Sabtu, 27 Juni 2020, saya berangkat ke Bandung. Ini lebih efektif.

Termasuk juga pada penulisan tahun, berdasarkan pengalaman saya, apabila terdapat kata “pada” dan diikuti tahun, jangan ditulis kata “tahun”, langsungnya saja angkanya.

Misalnya:

Saya lulus pada tahun 2010. Ini kurang efektif.

Saya lulus pada 2010. Ini kalimat efektif.

Lalu bagaimana dengan unggahan Aurelie?

penulisan bilangan dan angka aurelie
Foto: Adi Permana

Dalam unggahan Aurelie, selebgram itu menulis “hari” dan “jam”. Menurut saya itu bisa dihilangkan karena kurang efektif.

Akan tetapi, jika kita baca kembali, keterangan vidoenya itu memang kurang enak dibaca dan sedikit rancu, ya. Sebab ia tidak memasukkan subjek pada kalimatnya. Ia tiba-tiba menulis “tapi (sebaiknya tetapi)” di awal kalimat.

Menurut saya, keterangan video tersebut akan lebih baik jika ditulis seperti berikut ini:

Kalian sudah tahu kan Rabu, 17 Juni pukul 19.30 WIB mau ke mana?

Tambahan Informasi

Ini adalah tambahan informasi dari tulisan yang telah saya unggah. Jadi, selang beberapa menit setelah diunggah, saya mencoba mengirim tautan lewat pesan japri (DM) Instagram ke akun @aurelie, ternyata dia membalas pesan saya tersebut.

balasan japri aurelie-penulisan angka dan bilangan
Tangkapan layar pesan japri saya kepada akun Instagram @aurelie. (Foto: Adi Permana)

Jadi, ternyata keterangan video (caption) dalam unggahannya tersebut adalah permintaan pengiklan. Tetapi dalam konteks ini, saya tak menyalahkan atas apa yang telah diunggah. Sebab tulisan ini adalah wadah untuk belajar berbahasa yang baik dan benar dalam ragam tulisan. Semoga, Aurelie semakin memiliki ketertarikan mempelajari bahasa Indonesia, meskipun ia bukan seorang penutur murni, karena bahasa ibunya adalah bahasa Inggris.

__

Itulah ulasan saya tentang penggunaan angka dan bilangan dengan bedah kasus pada unggahan Instagram Aurelie.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf apabila masih terdapat kekeliuran dan kekurangakuratan dalam pembahasan. Rubrik Cek KBBI ini diperuntukkan bagi penulis juga pembaca sekalian untuk sama-sama belajar dan mendalami bahasa Indonesia. Penulis sangat terbuka menerima kritik dan saran untuk perbaikan konten ke depannya. Terima kasih.

*Materi tentang penulisan angka dan bilangan selengkapnya dapat diunduh pada tautan http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf

Salam Bahasa

Adi Permana

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *