Transpuan atau Waria?

Transpuan atau Waria?

Transpuan atau Waria?

Cek KBBI – Saya memiliki rubrik baru pada blog ini dengan nama “Cek KBBI”. Rencananya, rubrik ini akan membahas istilah-istilah yang kurang tepat penggunaannya dalam kehidupan kita sehari-hari, atau bisa juga istilah yang tiba-tiba sedang ramai dibicarakan oleh khalayak.

Rubrik Cek KBBI juga akan mengulas kata-kata tidak baku yang tanpa kita sadari sering dipakai dalam keseharian. Misalnya, tahukah kalian penulisan yang tepat untuk kata berikut ini: karier atau karir? Izin atau ijin? Respons atau respon?

Pada edisi perdana ini saya ingin mengulas istilah “transpuan” yang jarang digunakan. Mungkin, istilah tersebut baru kita dengar/baca berkaitan dengan berita Ferdian, seorang Youtuber yang melakukan prank “sampah” di videonya.

Namun, setelah saya membaca beberapa berita, ternyata tidak semua media menyebut korban prank (dalam video tersebut ada dua orang) Ferdian sebagai transpuan, tapi juga ada yang menyebut “waria”. Lantas manakah istilah yang tepat, transpuan atau waria?

 

perempuan atau transpuan
Screenshot perbedaan pemakaian istilah transpuan dan waria oleh dua media yang berbeda. Tempo.co menulis sebagai transpuan, sementara detik.com menulis waria. (Foto: Adi Permana)

Apa itu Transpuan?

Menurut artikel dari HerStory yang saya kutip pada Minggu (10/5/2020), transpuan ialah seseorang yang terlahir berjenis kelamin pria namun ia mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan. Transpuan lebih didefinisikan sebagai seseorang yang menggeser orientasi gendernya dari seorang laki-laki menjadi perempuan.

Perlu diketahui, istilah transpuan belum ada di KBBI. Sehingga saya juga kesulitan untuk mengartikannya. Bahkan selain transpuan, ada juga istilah translaki (kebalikannya) yang juga pernah saya baca.

Dengan kata lain, transpuan berbeda dengan transgender. Menurut KBBI, transgender (v) adalah kegiatan mengganti jenis kelamin dengan operasi. Kata kuncinya adalah ada perubahan jenis kelamin secara sengaja. Namun, transpuan tidak berkaitan dengan perubahan jenis kelamin, tapi pergeseran orientasi gender laki-laki ke perempuan.

Bagaimana dengan Waria?

Nah, waria sendiri merupakan akronim dari wanita pria. Dalam KBBI dijelaskan, waria adalah pria yang bersifat dan bertingkah laku seperti wanita; pria yang mempunyai perasaan sebagai wanita; wadam.

arti waria, cek kbbi
Arti waria dalam KBBI online. (Foto: Adi Permana)

Istilah waria ini sering dipakai untuk menyebut laki-laki yang berpenampilan perempuan. Secara gender dia adalah laki-laki tapi mengekspresikan dirinya sebagai perempuan. Di kita, waria seringkali dijadikan pekerjaan untuk menghibur orang, misalnya ngamen, bahkan mohon maaf sering dikaitkan urusan seksual.

Dalam masyarakat kita, ada juga istilah banci dan bencong yang merujuk ke waria. Namun, dua istilah tersebut sering digunakan untuk bahasa gaul dan cenderung lebih kasar (slang). Menurut KBBI, banci juga diartikan sebagai kata sifat.

arti kata banci, cek kbbi
Arti banci dalam KBBI online. (Foto: Adi Permana)

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, saya menyimpulkan transpuan dengan waria itu memiliki arti yang mirip. Akan tetapi perbedaannya terdapat pada tingkatan/derajat kata. Istilah waria cenderung lebih kasar dibandingkan transpuan. Dalam hal ini, media yang menulis waria ataupun transpuan, kedua-duanya benar. Hanya kalau saya analogikan, itu seperti penyebutan tunarungu dan tuli, kira-kira mana yang akan Anda gunakan untuk seseorang yang punya gangguan pada pendengaran?

 

 

***

Dengan rasa hormat, penjelasan dalam tulisan ini sangatlah subjektif. Saya memohon maaf jika ada kekeliuran. Untuk itu mohon koreksi, saran, dan masukannya dari pembaca sekalian. Terima kasih.

Adi Permana

2 Comments

  1. Tulisan ini menarik sebagai bahan diskusi. Aku ingin menjawab pertanyaan terakhir soalnya jadi teringat seminar pada 2017 dengan pembicara utama Kak Surya Sahetapy (aktivis tuli). Singkat cerita, waktu itu niatnya ingin belajar bahasa isyarat, tetapi diberikan banyak penjelasan oleh Kak Surya tentang istilah tunarungu atau tuli yang sempat menjadi polemik. Katanya, yang lebih disukai teman-temannya ialah istilah “tuli”, alasannya karena istilah tersebut lebih dekat dengan medis. Sedangkan tunarungu berasal dari kata “tuna” yang berarti tidak memiliki atau tanpa pendengaran. Padahal faktanya mereka masih bisa mendengar walau volumenya kecil. Jadi tuli lebih tepat dan tidak mendiskriminasi. Waktu itu juga Kak Surya berpesan kalau ada yang menanyakan yg tepat untuk istilah tuli atau tunarungu, maka aku harus menyampaikan pesan mereka ini.

    Selain itu aku juga sempat ikut penyuluhan media oleh pusat Balai Bahasa Jawa Barat pada 2019. Ketika itu, aku bertanya kepada salah satu pemateri mengenai dua istilah ini. Menurutnya, penempatan kata yang tepat untuk dua istilah ini bisa dengan menanyakan terlebih dahulu minimal kepada aktivis atau ketua komunitasnya, supaya penggunaan istilah yang bersangkutan bisa tepat sasaran dengan tidak mendiskriminasi. Ia juga bilang KBBI bukan patokan yang mutlak dan masih banyak kajiannya. Jadi kita tidak bisa menyalahkan siapa yang harus bertanggung jawab mengenai istilah ini, karena bahasa itu berkembang sesuai dengan kebudayaan masyarakat begitu pun juga maknanya.

    Menurutku, dalam kasus waria atau transpuan ini sebaiknya tanyakan kepada pihak yang bersangkutan secara langsung supaya lebih afdol dan tidak mendiskriminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *