Jurnal #10 Belajar Bertanggung Jawab di Organisasi

Jurnal #10 Belajar Bertanggung Jawab di Organisasi

Saya ingin memutar memori ke masa-masa mahasiswa. Tepatnya saat sangat antusias mengikuti beberapa organisasi, salah satunya adalah Lembaga Pers Mahasiswa Suaka.

Bagi saya, organisasi adalah wadah untuk belajar banyak hal: leadership, manajemen, kekeluargaan, kerjasama, dipimpin dan memimpin, serta seni memecahkan masalah. Suaka menawarkan itu semua, tapi dia punya poin plus yaitu menghasilkan karya di bidang jurnalistik.

Sebagai pers mahasiswa, Suaka berbeda dengan media mainstream. Dia adalah media alternatif yang berisi diskursus, wacana, obor idealisme, dan sering mengkritisi dari sudut pandang mahasiswa. Makanya pers mahasiswa ini sering disebut sebagai Watch Dog-nya kampus.

Namun akhir-akhir ini, “gonggongan” Suaka sedikit tak lagi nyaring. Terutama hal itu terasa pada eksistensi dalam produk kejurnalistikan mereka: berita online, tabloid, dan majalah. Persoalannya kompleks, karena menyangkut manusia-manusia yang ada di dalam organisasi tersebut. Bisa itu terkait krisis kaderisasi, krisis leadership, runtuhnya semangat berkarya, dan kemalasan yang akut.

Tapi saya tak bisa menghakimi. Sebab saya meyakini, bahwa itu adalah bagian dari perubahan zaman dan proses pendewasaan diri di organisasi. Biarkan mereka menciptakan sejarahnya sendiri akan dikenang sebagai apa dan seperti apa?

Itu pun terjadi bukan pada anggota Suaka, mungkin juga pada organisasi lain. Penyebab utamanya menurut saya hanya satu, yaitu perubahan zaman. Sehingga treatment di organisasi pun harus berubah, tak bisa lagi disamakan dengan lima tahun ke belakang. Sayangnya kita perlu banyak melakukan eksperimen untuk menerapkan pola yang pas dalam menghadapi perubahan tersebut.

Terlepas dari semua problematika yang tengah dihadapi, in my opinion, Suaka will still stand as an organization. Sementara yang akan hebat ataupun bobrok adalah para anggota, maupun demisioner dan alumni yang ada di dalamnya.

Sebetulnya, ada banyak cara untuk keluar dari masalah yang tengah dihadapi oleh Suaka ataupun organisasi secara umum. Karena saya meyakini, masalah hadir satu paket dengan solusinya. Persoalannya adalah willingness dari orang-orang yang ada di dalam organisasi untuk berusaha keluar dari masalah tersebut, atau setidaknya berani bertanggungjawab dengan risiko yang akan mereka hadapi di kemudian hari.

Ya belajar tanggung jawab. Itulah bekal hidup yang akan kalian peroleh jika berhasil lulus satu periode di organisasi. Tanggung jawab adalah karakter yang harus dimiliki setiap orang. Kenapa mesti tanggung jawab, karena di organisasi seperti Suaka, kita tak dibayar satu rupiah pun, yang ada justru kita berkorban banyak hal baik materiil maupun non-materill. Tapi usai semua proses itu dilewati, gerbang masa depan bisa kalian masuki dengan kepada tegak dan percaya diri. Percayalah.

Pada akhirnya, seperti kata d’Massive, seberat apapun masalah yang kita tengah hadapi, baik itu urusan organisasi, maupu kehidupan secara umum, janganlah menyerah. Selalu percaya bahwa hidup itu anugerah, syukuri apa yang ada, tetap jalani hidup ini, dan lakukan yang terbaik.

Sekian. Salam literasi

Jurnal #10

 

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *