Jurnal #19 Banyuwangi, Magnet Baru Wisata Selain Bali

Jurnal #19 Banyuwangi, Magnet Baru Wisata Selain Bali

Secara geografis, Kota Banyuwangi masuk di daerah perbatasan antara pulau Jawa dan Bali. Sehingga seringkali, kota ini hanya dilewati saja oleh orang-orang, jarang disinggahi. Namun saat ini, Banyuwangi ternyata mulai menunjukkan diri sebagai magnet baru daerah wisata selain Bali.

Mendenger kata Bali mungkin bayangan kita akan tertuju pada pantainya yang indah, tradisi masyarakatnya yang masih kental, dan juga the most favorite Island bagi para bule-bule saat ke Indonesia. Sayangnya bagi sebagian orang, Bali sudah terlalu famous, sehingga banyak yang ingin mencari alternatif lain untuk traveling. Banyuwangi bisa jadi pilihan.

Kenapa harus Banyuwangi? Bagi saya kota berjuluk “the sunrise of Java” ini memiliki paket lengkap; gunung, wisata kota, kuliner, budaya, laut, dan panorama alam yang indah.

Sedikit cerita dari kota yang pernah terkenal karena disinyalir menjadi lokasi cerita KKN Desa Penari ini, ternyata beberapa waktu lalu Banyuwangi dinobatkan sebagai kota rekomendasi wisata dari pemerintah. Selain itu juga pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan atas pengelolaan pariwisatanya.

Akhir tahun lalu saya berkunjung ke kota tersebut untuk liburan. Menurut salah satu tourgide saya waktu itu bercerita, bahwa Banyuwangi sedang berbenah dalam pengelolaan pariwisatanya. Dulu kota ini terkenal sebagai “the city of mystic” tapi sekarang berganti menjadi “the city of majestic”.

Rekomendasi Wisata di Banyuwangi

Tak lengkap rasanya jika menulis ulasan tentang Banyuwangi tanpa memberikan rekomendasi tempat wisata apa saja yang rekomended di sana. Namun karena sudah banyak blog atau web yang sudah mengulasnya lebih lengkap, pada tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman saja beberapa lokasi yang memang benar-benar wajib didatangi di Banyuwangi.

1. Kawah Ijen

Kalian pasti sudah tahu destinasi wisata yang satu ini. Selain bisa berburu pemandangan yang menakjubkan dari atas ketinggian 2300-an mdpl, kita juga bisa melihat fenoman bule fire yang langka.

Terlepas dari segala daya pikat manisnya itu, bagi saya uniknya Kawah Ijen adalah ada proses yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu mendaki gunung (hiking). Apalagi proses pendakian tersebut harus dilakukan sejak dini hari. Maka setelah sampai pada tujuan yang diharapkan, hati pun akan lebih puas. Cobalah jika kata-kata saya ini hanya bualan belaka.

 

Harga tiketnya pun sangat murah yaitu cuman Rp 5000 hari biasa, dan Rp 10.000 hari weekend.

2. Savana Bekol Baluran

Rekomendasi saya yang kedua adalah Savana Bekol di Taman Nasional Baluran. Ini tempat yang menakjubkan dengan pemandangan hutan-hutan kering seperti di Afrika. It is not like in Indonesia!

Mau tahu kenapa bisa ada Savana di Banyuwangi? Sebab ternyata daerah Banyuwangi sangat jarang hujan. Waktu saya ke sana pada bulan Desember 2019 lalu, belum ada hujan sama sekali di kota tersebut. Padahal daerah Bandung hampir setiap hari hujan ya.

Savana Bekol adalah salah satu savana di Baluran. Masih banyak lagi nama savana lainnya. Bagi yang hobi fotografi, scenery-nya sangat indah untuk foto-foto. Bahkan Raisa pun pernah syuting buat vidio clipnya di sana.

Selain itu, di Baluran pun kita masih bisa menjumpai rusa liar dan banteng liar berkeliaran, jika beruntung tentu saja. Saya termasuk yang beruntung tersebut karena bisa melihat kawanan rusa dan banteng langsung dan lewat percis di depan mobil.

Harga tiketnya juga masih murah yaitu Rp 17.000 per orang.

3. Snorkeling di Bangsring, P. Tabuhan, dan P. Menjangan

Rekomendasi tentang gunung sudah, hutan sudah, tinggal wisata bawah lautnya. Ternyata Banyuwangi pun punya lho wisata bawah laut bagi para pecinta snorkeling, yaitu di pantai Bangsring.

Pantai Bangsring ini sekaligus kita bisa melihat kondisi terumbu karang yang sedang dikonservasi. Nah jika punya budget lebih kalian bisa menyewa perahu ke Pulau Tabuhan. Tentu saja koleksi terumbu karangnya lebih indah karena di merupakan pulau kecil yang tak berpenghuni.

Nah jika ingin melihat yang lebih indah lagi, bisa juga menyeberang ke Pulau Menjangan. Lokasinya cukup jauh dan sebetulnya sudah masuk daerah Bali. Akan tetapi lokasinya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu dari Bangsring. Sesuai dengan namanya, di Pulau Menjangan banyak ditemui rusa-rusa menjangan.

Adapun untuk hargasnorkeling di Bangsring Underwater yaitu Rp 15.000, sewa alat-alat snorkeling kurang lebih Rp 20.000. Tapi untuk menyebarang tentu ada tarif khusus. Saya kurang hapal karena tidak ke sana. Namun menurut informasi, nambah sekitar Rp 300-500 ribu per orang.

4. Wisata Kota dan Budaya

Bagi seorang traveler, tak lengkap rasanya jika jalan-jalan tanpa wisata budaya dan mengenal kota lebih dekat. Nah di Banyuwangi, setiap bulan selalu ada event budaya. Pengumuman tersebut banyak tertera di beberapa banner yang dipasang di paparan reklame di sekitaran pusat kota.

Kotanya pun cukup kecil. Jadi bisa keliling hanya dengan jalan kaki. Beberapa lokasi yang patut untuk dikunjungi di pusat Kota Banyuwangi adalah Taman Sri Tanjung, Balai Kota, Masjid, dan Pantai Boom.

Sementara untuk wisata budaya, setiap malam minggu biasanya suka ada pertunjukan seni di dekat alun-alun. Waktu saya ke sana, memang benar, Banyuwangi sangat kentara dengan penari. Makanya ikon kota ini pun adalah “penari”.

Oh iya, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas di sana. Saya waktu itu mencoba rujak soto. Rasanya aneh. Rujak bukan, soto apalagi. Ya gitu, campur aduk. Kalian harus mencobanya jika ke sana ya.

5. Pantai Pulau Merah

Pantai merah sering dijadikan rekomendasi favorit di Banyuwangi. Sayangnya saya tidak sempat ke sana karena waktu yang tidak memungkinkan.

Lokasi Pantai Pulai Merah ini berada di selatan Banyuwangi. Jaraknya cukup jauh sekitar 60 kilometer dari kota. Tiketnya murah hanya Rp 8.000 menurut info yang saya dapat.

Kenapa disebut pulau merah, karena salah satu pulai di dekat pantai tersebut terbuat dari tanah merah. Warna pasirnya pun sedikit merah. Namun pendapat lainnya mengatakan, karena pantai ini sangat indah untuk melihat senja hingga matahari terbenam berwarna sangat merah.

Wajar jiga Pantai Pulau Merah sangat indah senjanya sebab tepat berada di ujung pulau Jawa. Kemudian kondisi cuacanya pun jarang berkabut atau mendung. Karena tak bisa ke sini, alamat harus ke Banyuwangi lagi nih. Haha.

**

Dari saya, itu saja rekomendasi tempat wisata di Banyuwangi. Apa yang istimewa dari semua tempat wisata tersebut? Menurut saya adalah dari sisi kondisinya yang masih asri, tertata dengan baik, dan harganya masih murah. Harga-harga makan dan jajanan pun sangat masuk budget sekali. Selain dari tempat-tempat tersebut, bahkan masih banyak “surga-surga” tersembunyi di sana.

Jika ada kesempatan, saya ingin sekali bertandang lagi ke sana. Semoga.

Salam Literasi | Jurnal #19

 

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *