Jurnal #24 Gengsi Baru Naik Kereta Ekonomi

Jurnal #24 Gengsi Baru Naik Kereta Ekonomi

*Disclaimer: Tulisan ini tidak disponsori oleh PT. Kereta Api Indonesia. Ini hanya sekadar berbagi pengalaman saat beberapa kali naik kereta ekonomi.

Bagi sebagian orang, kereta menjadi moda transportasi pilihan terbaik untuk bepergian. Keuntungannya banyak, selain lebih tepat waktu juga anti macet-macetan, ongkos naik kereta pun relatif lebih murah untuk kelas-kelas tertentu.

Kondisi kereta lain dulu lain sekarang. Semenjak PT. Kereta Api Indonesia berbenah dan meremajakan armadanya, kini kereta kelas ekonomi pun sudah sangat nyaman sekali. Sangat laik untuk jadi moda transportasi jika hendak bepergian ke luar kota sekalipun.

Inilah lima perubahan yang saya rasakan setelah beberapa kali naik kereta ekonomi, baik ke luar kota maupun kereta lokal.

Kebersihan

Semua orang pasti akan setuju bahwa kebersihan akan menghadirkan kenyamanan. Jika lingkungan kita bersih, sudah barang tentu kita pun akan betah berlama-lama di dalamnya. Begitupun halnya dengan kereta ekonomi. Kini kondisinya sudah sangat bersih.

Jika kereta apinya nyaman, baca buku pun bisa sangat konsentrasi. (Foto: Sinsin)

Untuk kereta ke luar kota, setiap beberapa jam sekali, cleaning service akan datang ke setiap gerbong dengan mengecek kebersihan. Setiap tempat duduk pun ditempatkan keresek untuk tempat sampah. Nanti itu akan dikumpulkan jika sudah penuh, dan dimasukkan ke trash bag yang dibawa cleaning service, lalu akan diganti dengan kresek yang baru.

Toilet

Kondisi toilet juga menjadi pembeda banget kereta ekonomi saat ini. Perubahan sangat jelas bahwa toiletnya menjadi lebih bersih, airnya tetap terisi, disediakan tisu, ada toilet duduk dan juga jongkok, tempat cuci tangan dan sabun. Bahkan tiap gerbong pun memiliki dua toilet. Jadi tak usah khawatir antre.

Selama di kereta makan-minum pun tak usah khawatir jika ingin buang air kecil dan besar. Semua aman terkendali. Bahkan setelah disurvey, kondisi toilet kelas ekonomi tak jauh berbeda tuh dengan kereta bisnis atau eksekutif.

Sudah Ber-AC

Ini juga hal tak kalah penting. Kereta api kelas ekonomi sekarang sudah dilengkapi AC. Jadi sayonara panas. Berfungsi tidak? Ya jelas berfungsi dong, bahkan kita bisa request jika kurang dingin. Nanti aka nada mekanik yang mengatur suhunya.

Posisi AC yang ada di kereta api ekonomi. (Foto: Adi Permana)

Saya pernah naik kereta 22 jam dari Bandung ke Banyuwangi dan selama perjalanan tetap nyaman tanpa terlalu gerah. AC tersebut terpasang di setiap dua blok kursi, atau tiap gerbong itu biasanya ada 4-5 buah AC. Bagi saya itu sudah sangat cukup untuk perjalan jauh.

Tepat Waktu

Selain pesawat, kereta merupakan transportasi yang menawarkan ketepatan waktu. Banyak orang lebih memilih menggunakan kereta karena anti macet dan tentu saja lebih akurat waktu berangkat dan tiba. Cuman mungkin jika dibandingkan pesawat, pasti lebih cepat pesawatlah.

Ketepatan waktu menjadi hal penting apalagi bagi pekerja kantoran yang sedang perjalanan dinas. Sehingga dia bisa memprediksi kapan tiba di lokasi yang dituju.

Stasiun yang Nyaman

Mungkin ini aspek di luar dari kereta, tapi masih satu bagian. Stasiun menjadi hal penting karena tempat para penumpang menunggu kereta. Stasiun yang bersih, nyaman, tertib, teratur, tentu akan memudahkan penumpang dalam beraktivitas di dalamnya.

Salah satu stasiun bahkan punya co-working space. Ini kalau tidak salah di Stasiun Madiun. (Foto: Sinsin)

Saya perhatikan, banyak stasiun kini sedang dirombak dan diperbaharui stasiunnya. Semoga semua stasiun bisa sangat nyaman, termasuk yang kecil-kecil. Semua demi pelayanan terbaik dan mengubah kebiasaan orang-orang untuk bepergian menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi. Kan setidaknya bakal mengurangi kemacetan.

Sewaktu perjalan Bandung -Banyuwangi sempat membuat vidio singkat.

View this post on Instagram

Perjalanan menuju kota berjuluk "the sunrise of Java" ini kami tempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kereta api. Sebenarnya ada banyak pilihan moda transportasi lain, bisa pakai bus, atau pesawat udara. Semuanya bergantung pada isi kantong kalian. . Kami memakai kereta ekonomi dengan rute St. Kiaracondong (Bandung) – St. Gubeng (Surabaya). Lalu dilanjutkan St. Gubeng (Surabaya) – St. Banyuwangi Baru. . Dari Kiaracondong kami naik KA Pasundan berangkat pkl. 10:15 WIB dan tiba di Surabaya Gubeng pkl. 01.00 WIB. Kira-kira transit 4 jam, lalu subuh-subuh kami melanjutkan perjalanan memakai KA Probowangi dari Gubeng pkl. 4:15 WIB dan tiba di Banyuwangi Kota pkl. 11.24 WIB. . Total perjalanan ya kurang lebih 21 jam di kereta. Kalau sama transit, ya sehari semalam. Karena pakai kereta ekonomi, tentu saja tiketnya lebih murah dong. . Tapi, challenge-nya adalah kalau pakai kereta ekonomi, tempat duduknya berhadapan-hadapan, lutut ketemu lutut. Kayak main catur coy! Pegel gak berjam-jam di kereta? Ya jelas banget. Tapi, kalau kalian suka tantangan, dan senang mencoba hal baru, boleh dicoba. . Lalu pulangnya bagaimana, Di? Saya mengambil rute lain yaitu dari Banyuwangi ke Yogyakarta, transit dulu di Stasiun Tugu, jalan-jalan ke Malioboro, makan diangkringan dan ngopi Joss, lalu balik deh ke Bandung. Jadi total berapa lama di kereta? PP itu ya 2 HARI 2 MALAM COOOY! 😭 . In frame: @sinsinkurnia @dddnovi @poetrirania . *Btw mereka berangkat dari Jakarta lho, jadi +3 jam dari durasi perjalanan yang saya ditulis di atas hehe. . #Banyuwangi #KeretaApiIndonesia #KAI #VisitBanyuwangi #ExploreBanyuwangi #AdisJourney

A post shared by ADI PERMANA (@adipermanaaa) on

Mudah-mudahan, perlahan tapi pasti, masyarakat Indonesia bisa sepeti Korea, atau Jepang yang kemana-mana selalu menggunakan kereta. Semoga.

Salam Literasi | Jurnal #24

 

Adi Permana
Latest posts by Adi Permana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *