Jurnal #25 Baru Bangkit, Sunda Empire Langsung Runtuh Lagi

Jurnal #25 Baru Bangkit, Sunda Empire Langsung Runtuh Lagi

“Sunda Empire itu adalah kekaisaran matahari, kekaisaran bumi. Juga diartikan Sunda itu suku Sunda, tapi ini adalah tindakan, proses turun-temurun kekaisaran dari dinasti ke dinasti dan saat ini dinasti Sundakala. Sunda Empire adalah tatanan dunia.”

Begitulah penjelasan dari Rangga, seseorang yang mengaku sebagai Sekjen Sunda Empire yang sempat viral sejagat raya tanah air bangsa. Tapi bukan karena kejayaannya, melainkan lelucon yang ia sampaikan tentang Sunda Empire yang akan menjadi “juru selamat” tatanan bangsa.

Kemunculan Sunda Empire memang bak lelucon di awal tahun. Ternyata tak hanya itu, kekerajaanan lain pun tiba-tiba bermunculan tak ada angin tak ada hujan. Mereka pun memiliki pengikut, entah bagaimana strategi marketing dan promosi yang telah dilakukan.

Mungkin dengan cara menjual romantisme masa lalu, atau godaan materi.

Fakta yang mengatakan bahwa para pengikut Sunda Empire ada dari kalangan pejabat, elite, bahkan akademisi menunjukkan bahwa eksistensi memang sangat dibutuhkan oleh manusia, baik dalam berkarya, maupun melakukan hal gila.

Dari namanya saja, Sunda Empire sangatlah tidak bercirikan kesundaan. Istilah Empire yang mereka pakai adalah dari Bahasa Inggris yang artinya kerajaan. Belum lagi dari segi pakaian, sangat tak mencerminkan. Itu mah seperti veteran tentara yang baru pulang dari Limbangan.

Tapi bisa jadi sih mungkin kerajaan sekarang orientasinya lebih modern dan semi militer.

Jika kerajaan lain muncul sembunyi-sembunyi, Sunda Empire justru terang-terangan muncul di publik. Bersedia menghadiri undangan diskusi, dan sampai berani datang ke program ILC. Ya otomatislah, di-bully di media sosial habis-habisan.

Mereka mampu berdebat, bahkan berani melawan profesor-profesor, ahli sejarah bahwa yang benar adalah versi mereka. Meskipun penyampaiannya njelimet dan sulit dicerna. Lantas, bagaimana mereka meyakinkan dunia?

Tapi ternyata, kerajaan Sunda Empire ini kini sudah tinggal nama saja. Tiga orang petingginya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Dari hasil keterangan ahli dan alat bukti, penyidik berkesimpulan kasus ini memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 14 dan 15, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong atau sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum setinggi-tingginya 10 tahun.

Sayangnya, kejayaan Sunda Empire seperti selebriti masa kini. Mudah naik daun, mudah pula turun pamor. Baru saja Sunda Empire bangkit dan naik daun, tiba-tiba langsung runtuh hanya karena beberapa pasal dugaan tindak pidana dari kepolisian. Lantas, mana yang disebut sebagai “empire”-nya?

Romantisme masa lalu memang sulit untuk dilupakan. Kita meyakini, masa lalu pula yang dapat membentuk karakter seseorang. Tapi sayangnya, banyak orang terjebak pada masa lalunya, lupa sadar bahwa dia sedang berada dalam dinamika hidup yang berbeda.

Salam Literasi | Jurnal #24

 

 

Adi Permana

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *