Jurnal 30 Hari

Jurnal 30 Hari

Selamat tahun baru 2020. Sebuah lembaran baru telah siap untuk diisi. Kisah baru telah siap untuk diukir. Mungkin di antara kalian ada yang sudah dan sedang menyiapkan petualangan baru atau rencana yang akan dilakukan selama satu tahun. Semoga bisa berjalan dengan baik dan terealisasi ya.

Begitu juga halnya dengan saya. Tahun ini, saya memiliki sebuah rencana untuk lebih meningkatkan intensitas menulis lewat jurnal 30 hari di blog ini. Mengapa harus sebuah jurnal? Sebetulnya jurnal yang saya maksud seperti catatan harian. Ini semacam sebuah tantangan, mampukah Adi Permana menulis dengan topik yang beragam setiap harinya. Tentu, ini bukan sebuah hal baru. Sudah banyak orang lain yang melakukan hal serupa, tapi setidaknya bagi saya pribadi ini tantangan menarik.

Jurnal 30 hari ini akan dihiasi dengan cerita tentang segala hal yang saya alami setiap hari, baik yang hadir di sekitar saya, pengalaman orang lain, maupun sebuah opini pribadi. Akan tetapi pada bagian akhir setiap jurnal, haruslah ada sebuah pesan atau kesimpulan yang dibuat.

Bagian yang paling berat dalam tantangan baru ini mungkin adalah menangkap makna dari sebuah peristiwa. Sebab, terkadang kita seringkali lupa bahwa pada setiap kepingan peristiwa yang kita lalui, selalu ada pelajaran yang dapat dipetik, direnungi, dan dijadikan pembelajaran baru.

Melalui jurnal ini pula, sekaligus melatih kepekaan saya dalam menulis. Setiap harinya tentu ada banyak hal yang harus saya lakukan, maka dari itu, saya harus bisa menulis di mana saja, dan kapan saja. Entah itu di komputer kantor, laptop pribadi, atau bahkan dari handphone. Yang jelas, dalam sehari itu saya harus menulis dan mengabadikan cerita.

Lantas bagaimana dengan kalian sahabat? Apakah kalian juga punya tantangan atau rencana baru yang akan dilakukan di awal tahun ini? Silakan di-share jika berkenan.

Oh iya, berbicara soal tahun baru, sayangnya ada berita yang kurang menyenangkan hadir di tengah-tengah kita. Sebagian saudara kita di Jabodetabek sedang dilanda banjir. Sebagaimana hukum sebab-akibat, tentu saja kejadian banjir tersebut pasti ada penyabab yang melatarbelakanginya. Akan tetapi, daripada saling menghujat dan menyalahkan orang lain–yang belum tentu mereka salah dan kita benar, lebih bijak kita doakan bersama agar mereka bisa tabah menghadapi ujian awal tahun tersebut. Dan semoga, banjir segera surut sehingga mereka bisa menjalankan aktivitas seperti sediakala.

Salam literasi, Subang, 1 Januari 2020

 

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *