Jurnal #34 Yang Saya Suka dari Catatan Dahlan Iskan

Jurnal #34 Yang Saya Suka dari Catatan Dahlan Iskan

Semenjak aktif kembali menulis blog, saya menjadi rajin membaca tulisan tetangga—blog orang lain. Salah satu yang menarik adalah blognya Dahlan Iskan. Nama domainnya https://www.disway.id. Tulisannya selalu update dan konsisten: sehari satu tulisan. Saya awalnya ragu, betulkan orang seperti Dahlan Iskan bisa seproduktif itu?

Lantas saya baca beberapa tulisannya. Saya analisis karakter penulisannya, gaya bahasanya, juga cara CEO Jawa Pos Grup itu menyampaikan gagasan lewat tulisannya. Ternyata semua tulisannya punya gaya yang sama. Lalu saya yakin, itu Dahlan Iskan sendiri yang membuat—meskipun ada tim yang mengolah konten lain seperti foto dan video.

Setelah banyak membaca beberapa tulisan Dahlan Iskan di blog tersebut, saya menemukan hal menarik. Ini tentang teknik penulisan, bahwa Dahlan menganut gaya menulis singkat dengan banyak titik. Gayanya mirip wartawan Tempo yang sering saya temukan dalam tulisan mereka di majalah. Coba lihat contoh berikut ini yang saya kutip dari tulisan berjudul “Satu Pilot”

“Yang ingin menyumbang paru-paru terus bertambah. Sampai kemarin meningkat menjadi 30 orang. Demi nyawa seorang pilot Inggris itu. Yang bekerja di Vietnam Airlines itu.”

Jika saya sebagai penulisnya, mungkin saya akan membuat kalimatnya menjadi seperti ini, “Penyumbang paru terus bertambah. Sampai kemarin meningkat menjadi 30 orang demi nyama seorang pilot Inggris yang bekerja di Vietnam Airlines itu.”

Kenapa saya menuslinya berbeda dengan Dahlan Iskan? Mungkin karena saya punya pegangan, bahwa kata “yang” itu mesti diapit dua kalimat, karena dia berfungsi sebagai “konjungsi”.

Tapi, ini bukanlah sebuah koreksi. Justru menjadi pengetahuan baru. Karena sejatinya, bahasa itu luas, bukan ilmu pasti. Setiap zaman selalu ada perubahan atau pergeseran makna dari sebuah kata.

Dengan gaya menulis seperti begitu, saya merasa tulisan Dahlan Iskan tidak membosankan. Dia juga menyampaikan sesuatu secara tegas, lugas, dan langsung pada intinya. Karena dia punya pengalaman dan bacaannya luas, sehingga banyak tulisannya pun disajikan dari berbagai sisi.

Saya juga menyukai tulisan-tulisan pop dengan bahasa gaul. Seperti pada blog teman saya https://baygung.blogspot.com. Penyajiannya menarik, tidak terlalu serius, dan menghibur. Lagi-lagi ini soal gaya. Kita tidak bisa menyalahkan atau menghakimi tulisan kita yang paling benar.

Kembali berbicara blog Dahlan Iskan. Hal menarik lainnya adalah tema yang diangkat. Kebanyakan tulisannya bergaya kolumnis. Dahlan Iskan sering mengulas suatu masalah yang sedang ramai atau menarik, kemudian dibahas dalam persfektif dirinya. Contohnya banyak, seperti mengenai cetak uang baru, kehidupan normal baru, Covid-19, dan banyak lagi. Tentu saja ini juga menjadi ilmu baru bagi saya, bahwa ide menulis itu akan selalu ada. Kecuali kita malas membaca dan menyimak.

Cerita kemunculan disway.id

Jangan salah, www.disway.id ini punya penggemar yang banyak. Tatkala saya baca cerita kemunculannya, yang terdapat di rubrik “about”, pembacanya sudah tembus 5 juta—bahkan sekarang lebih. Awal dirilis tanggal 9 Februari 2018, servernya langsung down dalam 30 menit pertama. Sehingga beberapa kali pindah server agar bisa menampung pembaca yang banyak setiap harinya.

dahlan iskan disway.id
logi disway.id (Foto: blog Disyaw.id)

Jauh panggang dari api. Blog saya masih belum ada apa-apanya. Awal kemunculan, yang baca mungkin hanya satu dua orang. Tapi tak apa, namanya juga proses. Dahlan Iskan ‘kan namanya sudah dikenal di mana-mana, tentu saja akan cepat juga menarik traffic pembaca blognya. Saya yang bukan siapa-siapa pasti perlu usaha lebih agar blog ini dikenal.

Terlepas dari semua itu, saya salut dengan Dahlan Iskan dan blognya. Itu menjadi renungan dan motivasi bagi saya untuk tetap produktif menulis. Orang seperti Dahlan Iskan ini langka, orang sibuk tapi tetap aktif menulis. Masa saya yang begini-begini saja tidak bisa lebih produktif.

Salam Literasi

Jurnal #34

 

Adi Permana

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *