5 Hal Positif dari Pandemi COVID-19

5 Hal Positif dari Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah mengubah segala aspek kehidupan manusia. Tetapi di sisi lain, kita bisa melihatnya dari hal positif. Berikut ini adalah lima hal positif yang bisa kita petik dari pandemi COVID-19.

Penyebaran COVID-19

Sejak pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, akhir tahun 2019, wabah virus corona atau COVID-19 sampai sekarang sudah menyebar ke 216 negara. Jumlah total kasus positif terkonfirmasi sebanyak 8.525.042, dan yang meninggal 456.973. Berdasarkan data per negara, Amerika Serikat menjadi negara terbanyak dengan kasus positif 2,330,578, disusul Brazil sebanyak 1,070,139, dan ketiga Rusia 576,952.

data jumlah kasus positif corona virus dunia
Data jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di seluruh dunia berdasarkan negara menurut worldometers.info.

Sementara itu di Indonesia, hingga 20 Juni 2020 tercatat ada 45,029 kasus terkonfirmasi positif, dengan jumlah yang dirawat 24,717 orang, sembuh 17,883 orang dan meninggal sebanyak 2,429 orang. Data tersebut sebagaimana yang terdapat di www.covid19.go.id dikutip pada Minggu (21/6/2020).

data jumlah kasus positif covid-19 di Inoensia
Data peta sebaran kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia per tanggal 20 Juni 2020. Sumber: www.covid19.go.id. 

Jika melihat data tersebut, kondisi pandemi memang belum berakhir, virus masih ada di sekitar kita meskipun tak kasat mata. Menurut berita yang saya baca, beberapa negara seperti Cina yang sebelumnya sudah masuk zona hijau, kini kembali waspada dengan penyebaran gelombang II. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan, meskipun sudah ada beberapa pelonggaran oleh pemerintah kaitannya dengan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

5 Hal Positif dari Pandemi COVID-19

Status pandemi global sendiri sebelumnya telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sejak 12 Maret 2020 lalu. Dengan demikian, sampai tulisan ini terbit, kita sudah berada dalam situasi pandemi lebih kurang empat bulan. Untuk itu mari kita berdoa semoga situasi segera pulih, pasien positif dapat secepatnya sembuh, dan dunia kembali membaik. Aamiin.

Baca Juga:  Gugur di Medan Pandemi

Di sisi lain, sadar atau tidak, pademi COVID-19 telah berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan manusia. Kita menjadi aware terhadap kesehatan, kebersihan, orang-orang menjadi sering memakai masker, dan aktivitas kegiatan kita mengalami penyesuaian. Dari kondisi tersebut, sebetulnya banyak hal positif yang dapat kita ambil hikmahnya.

Berikut ini adalah lima hal positif yang bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya dari pandemi COVID-19:

1. Merubah Kebiasaan dan Pola Hidup Sehat

wearing mask ilustration-adipermanacom
Sumber: freepik.com

Sejak virus corona ditetapkan sebagai pandemi, WHO telah menetapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Karena, menurut pada ahli, virus corona meskipun memiliki vatality rate yang tidak tinggi, tetapi penyebarannya sangat berbahaya. Virus ini mudah menyebar dari droplet manusia.

Baca Juga: Corona dan Cerita tentang Layangan

Untuk mencegah penyebaran virus lebih masif, pemerintah Indonesia juga sudah menyosialisasikan beberapa protokol kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan mulainya penerapan kebiasaan baru bagi kita, yaitu:

  • Menggunakan Masker. Virus ini menyebar dari droplet manusia. Untuk itu, sangat penting bagi semua orang untuk menggunakan masker, termasuk yang sehat. Jika bepergian harus selalu memakai masker. Ini menjadi kebiasaan baru bagi setiap orang, termasuk kepada saya sendiri.
  • Mencuci Tangan. Virus corona juga terbukti bisa menempel di permukaan benda, dan bisa masuk ke tubuh jika kita tatkala menyentuh wajah atau mata. Sementara itu, kita sendiri tak bisa lepas dari yang namanya menyentuh benda. Oleh karena itu, sebelum makan atau mengusap wajah, pastikan bahwa tangan harus bersih. Seringkali, kita jarang aware kebiasaan mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun, dari wabah ini kita menjadi lebih aware terhadap kebiasaan ini.
  • Menggunakan Hand Sanitizer. Hal ini juga berkaitan dengan menjaga kebersihan tangan. Terkadang jika sedang beraktivitas di luar, sulit menemukan tempat mencuci tangan menggunakan air, maka kita juga diharuskan membawa hand sanitizer agar tangan selalu bersih. Kita pun sekarang jadi lebih aware akan pentingnya membawa hand sanitizer kan semenjak wabah terjadi. Bahkan kantor-kantor pun sekarang selalu menyediakan hand sanitizer di sudut-sudut ruangan.
  • Menjaga Jarak. Salah satu cara mencegah penyebaran virus corona adalah dengan menjaga jarak aman, terutama saat di keramaian. Hal ini tentu kebiasaan baru buat kita. Jadi apabila sedang sakit, pilek atau flu, maka harus sadar untuk menjaga jarak dengan orang lain.
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan. Merawat lingkungan juga menjadi salah cara mencegah penyebaran virus. Dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, kita berarti sadar akan kesehatan diri sendiri.

2. Belajar Daring

belajar online di tengah pandemi
Sumber: freepik.com

Efek dari pandemi COVID-19 adalah dilakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Maka dari itu, kegiatan atau aktivitas yang mengundang kerumunan orang juga harus ditiadakan. Termasuk salah satunya adalah kegiatan belajar-mengajar di sekolah/perguruan tinggi yang harus dilakukan secara daring.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan Indonesia. Apakah kita mampu menyelenggarakan proses pendidikan secara daring? Memang, kesiapan akan platform dan saran-prasana sempat menjadi kekhawatiran, namun ternyata hal tersebut bisa dibuktikan dengan berjalannya proses kuliah dari rumah sampai sekarang. Kita mampu beradaptasi dengan cepat dalam menyelenggarakan proses kegiatan belajar-mengajar secara daring.

Dosen-dosen mulai beradaptasi dengan materi kuliah yang dikemas secara daring melalui video-video. Termasuk mekanisme evaluasi dan penilaian terhadap peserta didik. Kondisi ini memberi pelajaran berharga, bahwa sudah waktunya dunia pendidikan Tanah Air menyiapkan konsep belajar daring secara matang disertai alat ukurnya di kemudian hari, setelah pandemi berakhir.

Akan tetapi, tantangan yang mungkin masih banyak dikeluhkan oleh para peserta didik dalam hal ini kebanyakan dialami mahasiswa, adalah ketersediaan jaringan. Ya, kuota internet masih menjadi keluhan terbesar mereka. Mungkin ke depannya platform belajar online bisa lebih mudah diakses dan gratis/tanpa kuota bagi mahasiswa.

3. Webinar

webinar di tengah pandemi
Salah satu webinar yang saya ikuti saat masa pandemi COVID-19 tentang pelatihan menulis siaran pers. (Foto: Adi Permana)

Selain kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan secara daring, kegiatan seminar dan pelatihan pun banyak menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Oleh karena itu, sekarang banyak sekali webinar-webinar yang diadakan oleh organisasi, lembaga. Ada yang berbayar, bahkan tak jarang pula yang gratis.

Jika saya perhatikan, banyaknya webinar-webinar di tengah pandemi COVID-19 ini, telah menstimulus orang-orang untuk semangat belajar dengan ikut berpartisipasi di acara webinar. Saya juga banyak ikut webinar dan pelatihan online ketika pandemi ini. Ya, dalam rangka mengisi kegiatan positif saat di rumah saja. Bahkan kita tetap dapat sertifikatnya. Mungkin secara psikologis, webinar tak butuh effort lebih, tinggal daftar secaa online, duduk manis di rumah sambil mendengarkan materi.

Meskipun seminar tak bisa diselenggarakan secara luring, ternyata hal tersebut bisa disiasati dengan seminar secara daring. Untungnya, sekarang sudah banyak platform digital yang mendukung seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Team, Webex, dll. Meskipun di tengah keterbatasan, akan tetapi esensi dari seminarnya tetap tak berkurang.

3. Kerja dari Rumah

lima hal postif dari pandemi covid-19 adi permana
sumber: freepik.com

Pandemi COVID-19 juga barhasil membuktikan, bahwa beberapa aktivitas pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Contoh jelasnya adalah saya pribadi, sebagai seorang public relations—dengan salah satu tugas membuat rilis berita, hal tersebut sangat bisa dilakukan dari rumah. Wawancara narasumber bisa dilakukan via telepon, proofread tulisan juga dilakukan secara online, bahkan hanya bermodalkan alat komunikasi WhatsApp.

Setelah pandemi COVID-19 ini selesai, mungkin sudah tidak zaman lagi bekerja harus melulu di kantor, kita bisa mulai beralih menuju smart office.

5. Komunikasi via Video Teleconference

Pandemi juga tak membatasi kita untuk tetap berinteraksi dan bersilaturahim. Sebab sekarang semua itu bisa dengan mudah dilakukan secara virtual.

Saat Idulfitri 1441, banyak orang tak bisa mudik. Tapi silaturahim tetap bisa dilakukan dengan video call. Pelantikan pejabat baru, pelaksanaan wisuda, dan banyak kegiatan seremonial lainnya dilakukan secara virtual.

pelantikan dekan-pejabat ukp itb secara daring
Pelantikan dekan, wakil dekan, pejabat Unit Kerja Pendukung ITB secara daring. Sumber: itb.ac.id

Selain itu, ternyata rapat-rapat yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka, bisa juga diselenggarakan secara video teleconference. Setelah pandemi berakhir, kebiasaan baru ini mungkin bisa diterapkan oleh pemerintah karena pastinya lebih hemat anggaran. Jadi jika ada pertemuan ke luar negeri, bisa dilakukan dengan video teleconference saja. Lebih hemat kan?

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan sedikitnya ada lima hal positif dari pandemi COVID-19. Pertama kita menjadi semakin peduli terhadap kesehatan, kedua menyiapkan diri untuk pembelajaran secara daring, ketiga banyak kegaitan webinar, keempat melakukan aktivitas kerja dari rumah, dan kelima berkomunikasi melalui video teleconference.

Selain lima poin di atas, pastinya banyak hal positif lainnya yang bisa kita petik pelajaran dari situasi pandemi COVID-19 ini. Semoga bermanfaat dan menjadi kebiasaan baru bagi kita ya.

Jangan lupa, selalu waspada karena pandemi belum berakhir. Selalu jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Semoga pandemi ini segera berakhir ya. Aamiin.

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *