Tips Mengatasi Alergi Menggunakan AC

Tips Mengatasi Alergi Menggunakan AC

Tips Mengatasi Alergi Menggunakan AC – Saya tipikal orang yang kurang senang menggunakan AC berlebihan. Jika sedang di kantor, saya memilih tempat duduk yang sedikit jauh dari AC dan lebih dekat ke jendela.

Entah kenapa, terlalu sering menggunakan AC itu suka membuat saya masuk angin dan terkadang suka gatal-gatal. Bahkan hidung pun suka meler-meler, ditambah lagi menjadi sering bolak-balik ke toilet. Jadi, dibanding menggunakan AC, saya lebih suka membuka jendela saja apabila suhu ruangan sedang panas.

Akan tetapi karena di ruangan tidak sendiri, maka penggunaan AC itu sudah jadi barang wajib. Apalagi Kota Bandung saat ini sedang panas-panasnya di siang hari.

Mungkin itu tidak bisa disebut sebagai alergi, tetapi lebih kepada kebiasaan, ya. Namun ternyata, ada pula orang yang alergi terhadap AC. Hal itu disebabkan karena sirkulasi udara di ruangan ber-AC. Kondisi AC juga turut memengaruhi. Sehingga harusnya AC sebagai penyaring debu, malah jadi menyebarkan debu ke ruangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, dikutp dari Alodokter, alergi adalah suatu respons tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat dari luar tubuh yang biasanya disebut alergen. Tubuh dapat berespons tergantung dari organ/bagian tubuh yang terganggu, misalnya pernapasan, saluran pencernaan, kulit, mata atau bagian tubuh lainnya.

tips mengatasi alergi di raungan ac
Sumber: freepik

Bisa jadi, karena keseringan ber-AC ini mata menjadi kering, kulit kering, dan rambut pun suka kering.

Menurut dr. Pratiwi Rapih Astuti Natsir, gatal pada kulit yang dialami seseorang akibat alergi itu disebabkan karena faktor-faktor ini: alergi terhadap udara dingin; produk perawatan kulit, misalnya sabun atau losion; terhadap air; iritasi terhadap bahan dari pakaian; kulit kering; kurangnya nutrisi yang cukup dan seimbang; dan kurang hidrasi tubuh.

Nah beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan agar kulit tidak mudah alergi, yakni dengan melakukan terapi seperti dikutip dari Klik Dokter.

  1. Menghindari kontak dengan sumber alergen yang menyebabkan alergi. Dlam konteks ini berarti udara dingin di pagi hari dan debu sebagai pencetus terjadinya alergi. Mungkin lebih baik kita menggunakan kipas angin jangan AC kalau memang sangat alergi pada udara dingin.
  2. Obati menggunakan obat anti alergi golongan antihistamin H-1, yaitu obat yang sering dipakai sebagai lini pertama dalam pengobatan rhinitis alergi atau dengan kombinasi dekongestan oral. Obat golongan kortikosteroid dipilih jika tidak berhasil diatasi oleh obat lain. Sekadara catatan, pemberian obat-obatan dalam mengobati rhinitis alergi sebaiknya selalu berada di bawah pantauan dokter untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan.
  3. Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah mengganti AC yang memiliki fitur mampu menjaga kelembaban udara dan memiliki fitur elektrostatik yang dapat mengumpulkan debu mikroskopis yang berbahaya secara efektif.

Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat!

Baca juga: Tips Mencari Lowongan Kerja di LinkedIn

 

Adi Permana
Latest posts by Adi Permana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *