Obituari: Selamat Jalan Dede Rustandi

Obituari: Selamat Jalan Dede Rustandi

Tahun ini seolah seperti tahun penuh kabar duka. Pertengahan Maret lalu, kakek saya wafat di usianya yang ke-78 tahun. Tak lama berselang, paman juga berpulang setelah berjuang melawan penyakit stroke. Kini, kabar duka datang dari seorang teman dekat, sekaligus sahabat, Dede Rustandi.

Lelaki kelahiran Cianjur 1995 itu berpulang pada Minggu, 17 Mei 2020 pukul 09.45 WIB. Menurut kolega saya, almarhum wafat setelah sebelumnya sakit paru-paru selama dua bulan. Sampai tulisan ini diunggah, saya belum menerima informasi pasti sakit apa yang diderita Dede. Tapi terlepas dari semua itu, saya ingin menuliskan sebuah obituari ini untuk almarhum.

Dede terpaut satu angkatan di bawah saya, baik saat di Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan kuliah. Saya mengenal Dede ketika dia bergabung dengan ekstrakulikuler Pramuka, dan Paskibra. Saat kuliah pun, ia juga aktif dalam organisasi yang sama dengan saya. Ia adalah sosok yang penuh semangat, dan selalu melakukan yang terbaik pada setiap amanat yang diemban.

Dede Rustandi
(Sumber foto: Facebook Dede Rustandi)

Saya juga melihat sosoknya sebagai pribadi yang berani mengambil tantangan. Itu saya sadari ketika Dede mencoba mengikuti ajang Jajaka Kabupaten Cianjur tahun 2016 dan masih aktif di Paguyuban Mojang Jajaka Cianjur. Dede juga sempat ikut berpartisipasi dalam pemilihan Duta Bahasa, dan Duta Koperasi Jawab Barat 2019. Bagi saya, itu merupakan prestasi yang sangat membanggakan dari seorang Dede dan komunitas kami, terlebih saya dan Dede berasal dari satu daerah, bahkan satu kampung yang sama!

dede rustandi
Dede Rustandi saat mengikuti pemilihan Mojang Jajaka Kabupaten Cianjur (Sumber foto: Facebook Dede Rustandi)

 

Curhat Bersama

Pada akhir 2019 lalu, saya sempat berkunjung ke kontrakannya di Cianjur kota. Kala itu, ia tengah bekerja di sebuah perusahaan pendanaan sebagai staf admintrasi. Saya menginap di tempatnya karena kemalaman dari Bandung, waktu itu saya hendak pulang ke rumah di Cianjur Selatan. Dede cerita banyak hal, seperti kondisinya sekarang, dan rencana kariernya.

Ia tak mengalami masalah kesehatan apapun, sangat sehat walafiat. Saya juga senang mendengar cerita perjalanan kariernya setelah lulus kuliah 2017 lalu. “Neangan gawe teh gening hese Mang Adi, karek karasa (mencari kerja itu ternyata susah, baru kali ini saya merasakannya),” begitu kata-kata yang masih saya ingat saat itu.

Selepas pertemuan itu, saya tak pernah mendengar kabar selanjutnya tentang Dede. Sesekali saya sering melihat dia mengunggah story di WhatsApp atau Instagramnya. Namun saya tak menyangka, pertemuan di kosannya itu adalah pertemuan terakhir dengan Dede.

dede rustandi
Saat buka bersama dengan Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Cianjur Kidul (Sumber foto: Facebook Dede Rustandi)

Sungguh, kabar duka ini sangat menyesakkan dada tatkala saya membuka grup WhatsApp dan mengetahui bahwa Dede telah berpulang di usianya yang masih mudia itu. Yang menjadi kesedihan lainnya adalah saya tak bisa bertakjiah karena situasi pandemi ini menahan saya di Cimahi. Lebaran tahun ini pun, kemungkin saya tak merayakannya di kampung halaman.

dede rustandi
Selamat jalan Dede Rustandi, semoga khusnul khotima, damai di sisi-Nya. (Sumber foto: Facebook Dede Rustandi)

Dede, semoga amal ibadah engkau diterima oleh Yang Maha Kuasa. Engkau pribadi yang rendah hati, sangat baik, humble dan banyak lagi  hal baik tentangmu yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Insya Allah, engkau akan berada di surga-Nya.

Innalillahi wainnailaihi roojiun, allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Alfatihah…

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *