Panduan Menulis Kalimat Langsung dan Tidak Langsung pada Berita

Panduan Menulis Kalimat Langsung dan Tidak Langsung pada Berita

Seri kuliah jurnalistik ini berisi panduan menulis berita untuk kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

Berita adalah sekumpulan informasi yang telah melalui proses wawancara, observasi, klarifikasi, dan penyuntingan oleh tim redaksi suatu media. Pada umumnya, berita di media mainstream berisi 70-80 persennya adalah hasil wawancara. Sebagai pelengkapnya adalah berdasarkan hasil penelusuran data, dan pengamatan langsung ke lapangan (untuk jenis berita tertentu).

Karena berita berisi informasi hasil wawancara, maka bagi Anda yang saat ini sedang belajar menulis berita, sangat penting untuk mengetahui teknik menulis berita berupa kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

Mengapa perlu ada kalimat langsung dan tidak langsung?

Pada prinsipnya, wartawan tidak boleh beropini dalam menulis berita. Informasi yang ditulis harus bersumber dari setidaknya tiga hal: wawancara, pengamatan langsung, dan studi data dari sumber resmi/terpercaya. Berita menurut pemahaman saya, wajib menganut tiga hal dasar tersebut.

Dalam proses pembuatan berita, wartawan hanya “meminjam” informasi dari ketiga hal tersebut, untuk ditulis dan disampaikan kepada publik. Karena peran wartawan sebagai penyambung informasi itulah maka wajib hukumnya belajar cara penulisan kalimat langsung dan tidak langsung.

1. Penulisan kalimat langsung

Kalimat langsung atau yang sering disebut juga sebagai kutipan langsung, pada prinsipnya adalah mendukung informasi di dalam sebuah berita.

Kutipan langsung juga menunjukkan bahwa berita merupakan hasil dari proses wawancara antara wartawan dengan narasumber. Kutipan langsung ini tidak boleh diedit isi dan substansinya. Karena, kutipan langsung berisi kata-kata/informasi original dari narasumber.

Namun ada perdebatan di kalangan praktisi media, apakah kutipan langsung bisa diedit diksinya atau tidak jika narasumber menyampaikan bahasa yang tidak baku, atau diksi yang kurang tepat. Ada yang berpandangan boleh selama substansinya tidak berubah sama sekali, ada juga yang harus original apa adanya, sekalipun memakai bahasa gaul.

Ciri kalimat langsung atau kutipan langsung

Kalimat langsung atau kutipan langsung ditandai dengan kehadiran tanda petik dua (“….”) di awal dan di akhir kalimat. Tanda petik tersebut sebagai ciri bahwa informasi yang ditulis oleh wartawan merupakan ungkapan langsung dari narasumber. Seiring kecanggihan teknologi, wartawan zaman sekarang lebih mudah menulis kutipan langsung sesuai dengan pernyataan narasumber. Mereka tinggal menggunakan aplikasi perekam handphone, itu sudah cukup untuk merekam wawancara.

Kalimat langsung atau kutipan langsung ini adalah bentuk tanggung jawab wartawan dan media kepada publik, bahwa berita tersebut adalah hasil dari proses wawancara.

Penulisan kalimat langsung disarankan tidak terlalu panjang. Informasinya harus melengkapi kalimat tidak langsung. Jika wartawan terlalu panjang menulis kalimat langsung, berita menjadi terkesan minim analisis dan wartawan terkesan malas menyampaikan ulang gagasan/informasi dari narasumber. Ada yang bilang, semakin pendek kutipan langsung, semakin bagus beritanya. Tapi itu tergantung kebutuhan dan konteks informasinya.

penulisan kutipan langsung
*Contoh penulisan kutipan langsung. Perhatikan kotak berwarna merah pada gambar di atas. Fungsi kutipan langsung adalah melengkapi informasi, bukan mengulang informasi pada berita.

Terkadang, kalimat langsung dari hasil wawancara berisi kurang enak dibaca struktur kalimatnya. Oleh karena itu, wartawan perlu menulis ulang informasinya dengan versi bahasa wartawan itu sendiri. Sebab dialah yang paling tahu isi dan konteks beritanya.

Jika kita memiliki banyak data hasil transkrip wawancara, kemudian bingung memilih kutipan langsung, berikut ini tipsnya:

  • Cari informasi yang menguatkan kalimat tidak langsung/data sebelumnya;
  • Cari pernyataan yang jelas, singkat, padat, lengkap;
  • Jika narasumber menyampaikan data, sebaiknya dimasukkan ke dalam kalimat tidak langsung. Alasannya, agar wartawan bisa lebih leluasa menuliskan data tersebut dengan bahasa versi dirinya yang lebih enak dan mudah dibaca;
  • Posisikan diri kita sebagai pembaca, kira-kira kutipan langsung dalam berita yang sudah kita buat mudah dipahami oleh pembaca atau tidak?

Tata cara penulisan kutipan langsung

Teknik penulisan kutipan langsung sangatlah mudah. Anda tinggal menggunakan tanda petik dua(“) di awal dan di akhir kalimat. Aturan selanjutnya, huruf pertama kutipan langsung harus menggunakan huruf kapital. Kemudian, tulis tanda baca koma (,) setelah kalimat langsung, sebelum tanda petik dua di akhir kutipan langsung. Selanjutnya, setelah tanda petik dua, diawali kembali dengan huruf biasa. Aturan tersebut merujuk kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Simak contoh berikut ini:

contoh penulisan kalimat langsung dan tidak langsung berita adi permana
*Contoh penulisan kalimat langsung dan tidak langsung. Perhatikan tanda garis merah pada gambar di atas.

2. Penulisan kalimat tidak langsung

Kalimat tidak langsung berisi substansi informasi yang disampaikan oleh narasumber. Kalimat tidak langsung tidak perlu ditulis dengan tanda petik dua (“).

Lalu bagaimana ciri sebuah kalimat tidak langsung dalam berita?

Ciri-ciri kalimat tidak langsung adalah menggunakan frase-frase sebagai berikut: mengatakan, menyampaikan, menambahkan, berujar, bercerita, dikatakan, disampaikan, menjelaskan, dll.

Kalimat tidak langsung berisi siapa mengatakan apa. Sehingga wartawan harus menulis nama narasumber atau bisa dengan kata ganti untuk orang ketiga (ia dan dia). Contohnya: Ia mengatakan, dia menyampaikan, Andi menambahkan, dikatakan Andi, Disampaikan Andi, lebih lanjut ia mengatakan.

 

penulisan kalimat langsung dan tidak langsung berita
*Perhatikan tanda garis merah pada contoh berita ini.

 

Dalam penulisan kalimat tidak langsung, ada beberapa variasi yang bisa dilakukan wartawan. Ia bisa mengganti subjek dengan gelar, jabatan, kepakaran, dan hal-hal yang melekat pada subjek tersebut. Contohnya:

Pakar ekonomi mikro tersebut mengatakan,

Dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Profesi Insinyur itu menambahkan,

Mudah ‘kan? Jadi pada penulisan kalimat tidak langsung, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan konteks informasi yang akan ditulis. Anda juga bisa melakukan variasi penulisan tidak hanya satu frase saja. Misalnya, untuk paragraf pertama menggunakan frase “mengatakan”, paragraf selanjutnya memakai “menambahkan”, paragraf setelahnya menggunakan “menuturkan”, “menjelaskan” “melihat” dll.

penulisan kalimat langsung dan tidak langsung
*Contoh kalimat tidak langsung yang menggunakan frase “menjelaskan”.

 

Anda juga bisa menggunakan frase transisi jika ada informasi baru yang akan disampaikan dalam berita. Misalnya:

Hal senada disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkait; Secara terpisah, Adi mengatakan; Terkait hal tersebut, lebih lanjut Adi menjelaskan; Pada sesi tanya jawab, Adi mengemukakan fakta bahwa; dan contoh lainnya.

*Contoh penyebutan subjek dengan menambahkan jabatan seseorang.

Selain itu, pada penulisan kalimat tidak langsung Anda juga bisa menuliskan konjungi “sementara itu, selain itu, sebaliknya dll” untuk mengalihkan topik atau informasi yang dibahas dalam berita atau hendak menyampaikan perbandingan dengan data lain, misalnya.

penulisan kalimat langsung dan tidak langsung
*Contoh lain untuk penulisan kutipan tidak langsung yang menunjukkan pertentangan.

 

Kesimpulan dan Tips

Kalimat langsung dan tidak langsung dalam berita berisi informasi pendukung berita. Posisinya sangat penting sebagai ciri bahwa berita tersebut bukanlah opini. Kalimat langsung dan tidak langsung didapatkan dari hasil wawancara langsung dengan narasumber.

Untuk kalimat langsung, wartawan hanya perlu mencari kata-kata atau informasi yang tepat untuk dijadikan kutipan langsung. Ciri-cirinya berisi informasi yang singkat, padat, jelas, dan melengkapi informasi pada kalimat tidak langsung.

Agar lebih mahir dalam membuat berita, Anda tentu saja perlu banyak berlatih untuk dapat dengan cepat menguasai teknik penulisan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Banyak-banyaklah membaca berita, mengamati, dan mengaplikasikannya dalam tulisan berita Anda.

 

Baca materi kuliah jurnalistik lainnya:

Adi Permana

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *