Pengertian Feature dan Contohnya

Pengertian Feature dan Contohnya

Dalam ilmu jurnalistik, selain berita juga dikenal ragam menulis feature. Pada seri kuliah jurnalistik kali ini, kita akan membahas feature dari mulai pengertian, karakteristik, jenis, dan contohnya.

Feature (dibaca: ficer) adalah jenis tulisan yang bersifat menghibur. Oleh karena menghibur, maka teknik menulis feature pun berbeda dengan menulis berita pada umumnya. Tulisan feature dibuat dengan gaya penulisan yang sangat menarik dan menggunakan bahasa sederhana.

Tulisan-tulisan feature banyak ditemukan di majalah, koran edisi hari Minggu, juda di media daring pada rubrik khusus. Konten feature khas. Berbeda dengan berita. Tulisan feature lebih panjang dan mendalam.

Oleh karena itu, banyak pihak menyebut feature termasuk ke dalam berita mendalam. Hal itu berbeda dengan berita—terutama berita straight news yang singkat, padat, dan langsung pada inti masalah.

Pengertian Feature Menurut Para Ahli

Para ahli di bidang komunikasi sedikit berbeda pendapat mengenai feature. Ada yang mengatakan feature bukanlah berita, ada juga yang menyebut feature termasuk ke dalam ragam berita.

Menurut saya pribadi, feature termasuk berita. Sebab feature juga memuat sebuah informasi, namun dikemas dengan gaya tulisan berbeda. Pada tulisan feature, wartawan sedikit memberi “bumbu” pada tulisannya, sesuai pandangannya tentang sisi lain peristiwa atau informasi.

Teknik penulisan feature sedikit lebih sastra. Oleh karena itu, feature sering disebut sebagai jurnalisme sastrawi. Kendati demikian, proses pembuatan tulisan feature, juga sama dengan berita: ada wawancara, observasi, dll. Bahkan tulisan feature cenderung lebih panjang dan lengkap.

Pengertian feature menurut Kusnawan

Feature menurut Kusnawan (2004), diartikan sebagai tulisan khas yang lebih ringan gaya bahasanya dibandingkan artikel atau opini. Feature memiliki kekhasan pada aspek kreativitas penulis, namun tetap informatif, dan menghibur, serta sedikit subjektif cara penuturannya.

Pengertian feature menurut Purnawan Kristanto

Feature adalah cerita khas, yang berpijak pada fakta dan data sebagaimana karya jurnalistik pada umumnya. Selain itu, feature bisa diartikan sebagai tulisan tentang kejadian yang menyentuh perasaan atau menambah pengetahuan pembaca, dengan kekuatan pada penjelasan rinci, lengkap, serta mendalam.

Pengertian feature menurut Daniel Williamson

Sementara itu Daniel Williamson mendefinisikan feature sebagai karangan khas yang disusun secara kreatif. Tujuannya untuk menghibur dan memberi informasi kepada pembaca tentang sisi lain peristiwa, situasi, atau aspek-aspek kehidupan lainnya. (Dikutip dari Shahab, 2008: 66).

Pengertian feature menurut Asep Romli

Dosen Asep Romli (2002) punya pendapat yang tak jauh berbeda dari pengertian ahli-ahli sebelumnya. Menurutnya, feature adalah karangan khas yang menuturkan fakta, peristiwa, atau proses disertai penjelasan detail. Apa saja yang disebut detail tersebut? Yaitu ditulis riwayat terjadinya peristiwa, duduk perkaranya bagaimana, prosesnya, dan cara kerjanya. Sebuah feature menurut Romli, umumnya mengedepankan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) sebuah peristiwa.

Pengertian feature menurut Haris Sumadiria

Sementara itu, menurut Haris Sumadiria (2008) yang juga Dosen di UIN Bandung ini, menjelaskan bahwa feature adalah cerita khas kreatif yang berpijak pada jurnalistik sastra. Feature berisi tentang suatu situasi, keadaan, aspek kehidupan, dengan tujuan untuk memberi informasi dan sekaligus menghibur khalayak atau pembaca.

Dari berbagai pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan dan kata kunci bahwa feature adalah: (1) tulisan khas, (2) tujuannya menghibur (3) subjektif dalam penulisannya, (4) berisi informasi yang detail, dan (5) mendalam.

Karakteristik Feature

Berikut ini adalah karakteristik feature.

Bukan berita langsung (straight news)

Karakteristik feature yang pertama adalah berbeda dengan berita langsung. Feature lebih mendalam penulisannya. Jumlah katanya pun lebih banyak, 1.000 kata bahkan lebih.

Gaya bahasa

Gaya bahasa yang dipakai dalam tulisan feature lebih sastra. Lebih indah dan enak dibaca. Menurut sebagian orang, tulisan feature itu enak dibaca dan mau berlama-lama menghabiskan waktu untuk membacanya.

Human interest

Karekteristik feature lainnya adalah lebih menonjolkan sisi human interest. Lebih menonjolkan sisi lain dari seseorang. Misalnya, Presiden Joko Widodo, selain sebagai kepala negara yang sibuk dengan tugas-tugas berat, ternyata punya sisi lain di kehidupannya. Ia sering bermain dengan cucunya, membuat vlog, dll. Sisi lain presiden tersebut bisa ditulis sebagai feature.

Tidak cepat basi

Seperti sudah dijelaskan, feature berbeda dengan berita. Jika informasi dalam berita mudah sekali basi, feature tidak. Tulisan feature akan tetap enak dibaca kapan pun dan di mana pun. Coba saja Anda membaca tulisan feature lima tahun yang lalu, misalnya, itu masih enak dibaca, lho. Maka dari itu, tulisan feature cocok dipakai untuk majalah bulanan atau koran hari Minggu.

Fungsi Feature

mengedit typo tulisan
Ilustrasi menulis (Freepik)

Menghibur

Menghibur adalah tujuan dari tulisan feature. Namun, bukan berarti tidak informatif. Menghibur di sini adalah dari segi teknik atau gaya penulisannya, juga pengemasan informasinya. Sehingga wartawan yang menulis feature harus kreatif.

Butuh waktu untuk menulis feature? Jelas. Jika berita biasa dapat diselesaikan dalam waktu 30 menit, untuk menuliskan feature mungkin butuh kerja keras. Bisa seharian, bisa juga lebih. Bergantung pada data, kebutuhan, dan informasi yang terkandung di dalamnya.

Maka dari itu, menulis feature itu tak mudah. Sehingga karya tulisan feature lebih ekslusif dibanding yang lain. Jika Anda perhatikan, di halaman muka (headline) surat kabar selalu ada tulisan feature di kolom paling bawah.

Melengkapi Berita

Featur berfungsi melengkapi berita. Maksudnya bukan menambal informasi di berita, melainkan menambah khazanah informasi di media massa tersebut. Jadi, tak melulu berita yang keras, atau berat, tetapi juga ada berita yang ringan, enak dibaca dan perlu, informatif, serta menghibur.

Menghadirkan Sisi Lain

Tulisan sisi lain tentang kehidupan pejabat, orang penting, itu jarang. Padahal sebetulnya, sangat menarik untuk dijadikan bahan tulisan. Tulisan-tulisan ini lebih ekslusif karena pasti hanya media itu saja yang menulis. Karena ekslusifitas ini, maka tulisan sisi lain itu harus dikemas dengan gaya menulis yang berbeda, yang menarik, yang ekslusif pula, maka ditulislah dengan gaya tulisan feature.

Menyajikan Kedalaman Informasi

Meskipun menghibur, tulisan feature justru mendalam. Hal itu bisa dibuktikan dari detail informasinya: proses, bagaimana dan mengapa, rincian, dll.

Dari sisi jumlah karakter pun lebih banyak. Bahkan sering kita jumpai tulisan feature series di surat kabar sampai beberapa edisi. Sebab wartawan lebih leluasa dalam menulis feature. Kedalaman informasi ini yang menjadikan kekuatan bagi tulisan feature, apalagi jika tulisannya indah dan menarik untuk dibaca.

Struktur Feature

mengedit typo tulisan
Ilustrasi mengoreksi tulisan (Freepik)

Tulisan feature memiliki struktur atau pola tersendiri. Berbeda dengan berita, feature tak mengenal struktur piramida terbalik. Berikut ini adalah struktur tulisan feature yang lazim digunakan oleh wartawan/media massa.

  1. Teras berita atau lead

Teras berita yang digunakan dalam menulis feature juga berbeda. Saya pernah mengulas macam-macam teras berita di blog ini.

Teras berita yang digunakan dalam feature itu lebih kreatif, tidak monoton. Teras berita apa saja yang sering digunakan? Di antaranya adalah teras berita deskriptif, teras berita menjerit, teras berita naratif, teras berita kutipan, teras berita parodi, teras berita pertanyaan, dll. Untuk lebih mengetahui contoh-contohnya dapat dibaca pada tulisan berikut:

Baca: Teras Berita, Pengertian, Macam-macam, dan Contohnya

  1. Pengenalan tokoh

Hal ini dapat dipelajari dalam jurnalisme sastrawi. Pengenalan tokoh bertujuan untuk melihat tokoh utama atau obyek tulisan yang ditulis dalam feature. Dalam feature di media massa, tokoh itu muncul setelah teras berita, atau bahkan di teras berita itu tersendiri sudah dikenalkan.

Apa saja informasi awal tentang pengenalan tokoh ini? Misalnya kita bisa menyebutkan nama lengkap, usianya, siapa dia, dan latar belakangnya.

  1. Pengenalan fakta, konflik, klimaks, dan solusi

Dalam sebuah tulisan feature harus ada polanya. Tulisan feature diawali dari pengenalan tokoh, pengenalan masalah, fakta-fakta, kemudian klimaksnya, dan harus menyajikan sebuh solusi.

Lalu bagaimana dengan tulisan feature human interest, atau tentang profil seseorang? Sama saja. Bukankah setiap orang punya cerita yang menarik tentang suatu fakta atau masalah? Nah itulah yang kita tonjolkan dalam alur cerita feature tersebut. Jadi kendati tulisan sosok, tetapi wartawan juga bisa menggali keresahan dan sisi lain yang menarik dari sosok yang ia tulis.

  1. Penutup

Feature biasanya diakhir oleh penutup. Kadang, penutupnya bisa berisi pertanyaan, ajakan, kesimpulan, dan/atau cerita yang menggantung untuk dilanjutkan pada seri berikutnya.

Jenis-jenis Feature

Feature memiliki banyak jenis. Setidaknya, yang dapat saya rangkum dari jenis-jenis feature tersebut di antaranya feature budaya, feature pengalaman pribadi, feature sejarah, feature biografi, feature perjalanan, feature human interest.

Tentu masih banyak yang lainnya. Namun sedikitnya, yang lazim muncul di media massa, adalah jenis-jenis feature di atas.

Contoh Feature

Berikut ini adalah dua contoh tulisan feature yang menurutnya saya telah menerapkan pola/struktur seperti dijelaskan di atas.

SEMUA bermula dari Lani, yang didampingi temannya, mengadu kasus pelecehan seksual ke Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta pada 17 April 2020. Ia menuding pelakunya adalah Ibrahim Malik, alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Lani, bukan nama sebenarnya, sesudahnya menerima pendampingan psikologis oleh psikolog dari UII.

“Kemudian ada beberapa penyintas lain yang mulai menceritakan kasusnya ke LBH Yogya,” kata Meila Nurul Fajriah dari LBH Yogyakarta dalam konferensi pers via daring pada 4 Mei.

Dua di antara kasus itu terjadi pada April 2020 dan 2016 di Yogyakarta; sementara ada satu kasus terjadi di Melbourne, Australia. Setelah nama Ibrahim Malik diungkap LBH Yogyakarta, beberapa penyintas lain bersuara di media sosial.

Mereka menceritakan kasusnya kepada akun Instagram @FasyaTeixeira dan @UIIBergerak; sebagiannya mengadu ke LBH Yogya atas dasar kesadaran sendiri.

Fasya berkata kepada saya bahwa salah seorang temannya bercerita telah dilecehkan oleh Ibrahim Malik. Si teman berkenan ceritanya dibagikan secara anonim di akun Instagram-nya.

“Dan as expected, postingan tersebut dan postingan dari teman UII lain bisa triggered penyintas untuk telling their story,” kata Fasya.

Karunia dari UII Bergerak berkata tak semua korban pelecehan seksual berani melaporkan ke LBH Yogya karena alasan masing-masing. “Misalnya, takut stigma atau malah (ada yang) menyalahkan balik.”

Meski begitu, Karunia tetap menyarankan para penyintas untuk berkonsultasi ke LBH Yogya jika merasa perlu. Hingga 4 Mei, ada 30 pengadu dari 30 orang melaporkan pelecehan seksual dengan menuding pelakunya Ibrahim Malik, ujar Meila.

“Semua data yang masuk ke kami atas persetujuan penyintas.”

Tapi, siapa sebenarnya Ibrahim Malik?

Baca tulisan ini selengkapnya di Tirto.id

 

Contoh feature lainnya saya kutip dari Majalah Tempo. Ini cerita ringan tentang berkebun di kala pandemi. Namun dikemas dengan menarik oleh wartawan. Dari berkebun ternyata kita bisa mengajari anak pentingnya menjaga lingkungan.

TERAS rumah Artika Sari Devi terlihat lebih segar dalam dua bulan belakangan. Puteri Indonesia 2004 tersebut memenuhi halaman rumahnya dengan tanaman, dari bunga, sayuran, buah, sampai tanaman herbal. “Kami mulai berkebun sejak pandemi,” katanya, Rabu, 15 Juli lalu.

Artika, 40 tahun, mulanya menjadikan berkebun sebagai salah satu cara mengatasi duka setelah kehilangan janinnya pada April lalu. Ternyata, selain menjadi terapi, berkebun membuatnya lebih mudah mengajari dua anaknya, Sarah Ebiela Ibrahim, 9 tahun; dan Dayan Zoelie Ibrahim, 7 tahun, untuk  mencintai alam.- Majalah Tempo

 

 Sekian, semoga bermanfaat.

 

Adi Permana
Latest posts by Adi Permana (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *