Piramida Terbalik: Pengertian, Ciri-ciri, Konsep, dan Contoh

Piramida Terbalik: Pengertian, Ciri-ciri, Konsep, dan Contoh

Seri kuliah jurnalistik ini berisi materi tentang konsep piramida terbalik dalam berita.

Piramida terbalik (inverted pyramid) adalah format, konsep, atau cara penulisan berita yang menempatkan informasi paling penting berada di paragraf awal atau di teras (lead) berita. Dengan mengikuti konsep piramida terbalik, pembaca akan lebih mudah mengetahui inti informasi sebuah berita di paragraf awalnya saja. Informasi paling penting tersebut dapat diketahui dari kehadiran unsur 5W+1H.

Kenapa piramida terbalik penting? Sebab berita berbeda dengan artikel, atau tulisan ilmiah lainnya, yang tersusun dari pendahuluan kemudian diakhiri dengan kesimpulan di akhir tulisan. Berita justru kebalikannya, di mana inti tulisan atau kesimpulannya berada di paragraf awal, kemudian setelahnya diikuti informasi yang melengkapi topik utama. Konsep itulah yang dinamakan piramida terbalik.

Jika dalam pelajaran bahasa Indonesia kita mengenal kalimat utama dan kalimat khusus, maka piramida terbalik menempatkan kalimat utama berada di awal tulisan.

Alasan lain mengapa konsep piramida terbalik penting untuk diterapkan dalam berita, adalah apabila berita masuk ke ruang redaksi, kemudian perlu penyuntingan karena berkaitan ketersediaan dengan ruang—biasanya di koran, informasi utama tidak akan hilang karena berada di awal tulisan.

Ciri-ciri Piramida Terbalik

Ciri-ciri sebuah berita yang menerapkan konsep piramida terbalik adalah terdapat informasi berupa 5W+1H (What, when, where, why, who, dan how) di paragraf awal berita atau lead berita. Selanjutnya diikuti oleh informasi khusus atau rincian di tubuh (body) berita. Kemudian pada bagian akhir berita biasanya berisi informasi pelengkap.

Jika kita ilustrasikan, konsep piramida terbalik di dalam berita meliputi empat bagian: lead, neck, body, dan leg. Untuk lebih jelasnya, dapat kita simak dalam gambar berikut.

piramida terbalik, pengertian, contoh, ciri-ciri penjelasan
Konsep piramida terbalik. Ilustrasi: Adi Permana

1. Lead Berita

Seperti terlihat pada gambar, lead atau teras berita pada konsep piramida terbalik mengandung informasi paling penting. Informasi yang disajikan adalah informasi umum yang setidaknya mengandung unsur 5W+1H.

Baca juga: Teras Berita: Macam-macam, pengertian, dan contohnya

2. Neck Berita

Pada neck atau leher berita, informasi yang disampaikan berisi pendukung/penguat informasi yang terdapat dalam lead. Biasanya, wartawan mulai menulis pernyataan dari narasumber sebagai penguat informasi yang disampaikan sebelumnya. Pada bagian ini, informasi yang disajikan juga penting untuk diketahui pembaca. Bagian ini seringkali dijadikan sebagai jembatan informasi menuju detail-detail lain dalam berita.

3. Body Berita

Selanjut pada body berita, berisi informasi detail. Sebagai contoh, jika wartawan hendak menulis berita tentang update kasus COVID-19 di Indonesia, maka wartawan bisa menuliskan rincian data setiap daerah yang mengalami peningkatan kasus. Meskipun melengkapi lead, body berita juga mengandung informasi yang penting karena berisi detail-detail informasi.

4. Leg Berita

Sementara itu pada bagian leg atau kaki berita—ada juga yang menyebutnya sebagai ekor berita, berisi informasi pelengkap atau pendukung yang kurang penting. Biasanya, wartawan menuliskan background informasi sebelumnya atau berisi harapan. Sebagai contoh, jika beritanya tentang COVID-19 di Indonesia, wartawan bisa menuliskan awal mula status pandemi di Indonesia, dan disertai harapan atas penyelesaian kasus ke depannya.

Contoh Penerapan Konsep Piramida Terbalik dalam Berita

Pada tulisan ini, saya memiliki salah satu contoh berita yang menerapkan konsep piramida terbalik. Berita dari Pikiran Rakyat yang bisa pembaca lihat dalam gambar berikut pada intinya menginformasikan suatu situs konsultasi virtual bernama ruangempati.com untuk kesehatan mental masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Mari kita bedah apakah sudah sesuai konsep piramid terbalik, atau belum?

piramida terbalik berita
Contoh berita di Pikiran Rakyat yang menerapkan konsep piramida terbalik dalam penulisan berita. Mohon maaf jika tidak ada detail waktu koran tersebut.

1. Lead Berita

Seperti sudah dijelaskan, lead berisi informasi yang mengandung unsur 5W+1H. Dalam berita tersebut, unsur 5W+1H sudah terdapat di dalamnya.

What: Apa informasinya? Pembuatan situs konsultasi virtual

When: Kapan situs konsultasi tersebut hadir? Di masa pandemi COVID-19.

Who: Siapa yang membuat atau menciptakan? Tim dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB.

Where: Di mana situs konsultasi virtual tersebut dapat diakses? Yaitu di laman ruangempati.com

Why: Mengapa perlu ada situs konsultasi virtual? Guna menjaga kesehatan mental masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

How: Bagaimana situs konsultasi virtual tersebut bekerja? Masyarakat bisa melakukan terapi kesehatan mental lewat situs tersebut, bahkan uniknya terapi dilakukan dengan media kegiatan seni.

piramida terbalik berita
Warna kuning adalah paragraf awal pada berita atau lead.

2. Neck Berita

Jika mengacu pada konsep piramida terbalik, neck berita ini berisi informasi yang mendukung lead. Ciri-ciri umumnya adalah terdapat pernyataan dari narasumber. Namun tentu saja, konsep tersebut bukanlah konsep baku. Wartawan dapat melakukan variasi dalam penulisannya. Akan tetapi, lazimnya untuk berita-berita straight news ditulis dalam format demikian.

Pada berita Pikiran Rakyat tentang konsultasi virtual, kalimat pendukung informasi setelah lead terdapat pada paragraf kedua. Isinya berupa penjelasan dari narasumber tentang latar belakang konsultasi virtual tersebut dibuat.

piramida terbalik berita
Paragraf ini merupakan jembatan untuk menuju body berita. Pada berita straight news kita seringkali melihat pola seperti ini.

3. Body Berita

Body berita adalah rincian informasi. Dalam berita Pikiran Rakyat, kita bisa melihat pada paragraf kedua dijelaskan rinciannya yaitu sejak 18 Maret 2020, tim sudah mulai membahas bentuk layanan kejiwaan yang akan dihadirkan. Kemudian pada paragraf yang lain juga dituliskan kutipan langsung hasil wawancara.

Warna kuning pada berita ini berisi detail informasi. Kita juga bisa melihat terdapat kutipan langsung hasil wawancara dengan narasumber.

4. Leg Berita

Seperti telah dijelaskan, leg pada konsep piramida terbalik berisi informasi pelengkap. Cirinya adalah penambahan detail, background informasi, dan biasanya terdapat ungkapan harapan.

Dalam berita Pikiran Rakyat, kita bisa melihat pada paragraf terakhir terdapat kalimat “Dengan tips dan trik tersebut, diharapkan muncul ide sendiri dari pengunjung tentang kegiatan yang bisa dilakukan…”

piramida terbalik berita
Paragraf pelengkap biasanya terdapat di akhir berita. Kita seringkali menjumpai tulisan harapan ke depannya. Apabila informasi di dalam paragraf ini dihapus tidak akan mereduksi informasi utama berita.

Kesimpulan

Konsep piramida terbalik secara umum penempatkan informasi yang paling penting berada di paragraf awal sebuah berita. Biasanya kita menemukan hal tersebut dalam teras berita atau lead. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembaca dalam mengetahui inti informasi dalam berita secara sekilas.

Setelah informasi penting ditaruh di paragraf awal, bagian selanjutnya dalam berita adalah neck, body, dan leg. Namun dalam praktiknya, teknik penulisan berita bisa beragam. Wartawan dapat mengeksplor dan melakukan variasi sesuai dengan konteks dan jenis beritanya. Konsep umum dan contoh yang saya sampaikan dalam tulisan ini adalah format yang banyak dipakai oleh kebanyakan media, terkhusus pada berita-berita straight news.

 

Baca juga tulisan lainnya:

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *