Teras Berita (Lead): Pengertian, Macam-macam, dan Contoh

Teras Berita (Lead): Pengertian, Macam-macam, dan Contoh

Teras berita atau lead sangat penting kedudukannya di dalam sebuah berita. Teras berita dapat menarik pembaca untuk membaca keseluruhan informasi berita. Oleh karena itu, sebuah teras berita haruslah dibuat menarik, singkat, informatif, dan mengundang penasaran pembaca.

Membuat teras berita yang bagus dan sesuai konteks berita, harus menjadi keahlian dasar seorang wartawan atau jurnalis. Kemampuan menulis ini tidak hanya berlaku untuk wartawan tulis, tapi juga wartawan radio, dan televisi. Sebab, narasi yang disampaikan oleh pengisi suara (voice-over) juga harus diawali dengan teras berita yang baik.

Pengertian Teras Berita (Lead)

Para ahli dan pakar telah mendefinisikan teras berita. Dari sekian banyak definisi tersebut, saya mengambil salah satunya dari pendiri Majalah Tempo Goenawan Muhamad dalam buku Seandainya Saya Wartawan Tempo (2014). Ia menjelaskan bahwa teras berita memiliki dua tujuan:

  1. Menarik pembaca untuk mengikuti cerita;
  2. Membuka jalan bagi alur cerita.

Seringkali, jika teras berita kurang menarik, tidak lagi dilirik oleh pembaca. Wartawan harus berusaha keras bagaimana caranya membuat teras berita yang enak dibaca dan berisi informasi dasar yaitu 5W+1H.

teras berita, pengertian, contoh, dan macam-macam
Pengertian teras berita. Foto: Adi Permana

Sebagai seorang jurnalis, saya memiliki pengalaman bahwa tidak mudah menulis teras berita yang sesuai dengan konteks situasi dan jenis dari berita itu tersendiri. Kejelian wartawan sangat diperlukan. Biasanya, jika saya sudah membuat teras berita (paragraf awal berita), kalimat-paragraf selanjutnya lebih mudah karena hanya tinggal memasukkan data yang sudah didapat dari narasumber, hasil wawancara, observasi, dll.

Macam-macam Teras Berita

Teras berita memiliki banyak macamnya. Setidaknya yang paling lazim digunakan oleh para wartawan adalah teras berita yang mengandung unsur 5W+1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana).

perbedaan news dan views media massa

Menurut buku “Secangkir Peristiwa di Mata Wartawan” yang ditulis oleh Dono Darsono dan Enjang Muhaemin, Dosen di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terdapat 16 macam/jenis teras berita. Apa saja keenambelas teras berita tersebut, dan bagaimana contohnya, berikut penjelasannya:

1. Teras Berita “Apa” (What)

Teras berita ini lebih mengedepankan unsur apa di dalam berita, juga memiliki nilai berita apa lebih kuat daripada unsur lain. Seperti apa persitiwanya, apa kejadiannya. Teras berina ini sering digunakan oleh wartawan karena relatif lebih mudah dan cepat dalam proses penulisannya.

Contoh:

Sejumlah buruh pabrik rokok di Tulungagung, Jawa Timur, telah dinyatakan positif Covid-19 melalui tes massal. Meski menjadi salah satu klaster penyebaran virus corona, pabrik rokok di Tulungagung terpantau masih beroperasi normal. – Pikiran Rakyat 

2. Teras Berita “Siapa” (Who)

Selanjutnya yaitu teras berita siapa (who). Teras berina ini lazim digunakan wartawan untuk menulis langsung siapa mengatakan apa, dari pernyataan pejabat. Selain itu, juga berisi siapa pelaku, siapa korban dll.

Contoh:

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) tidak akan menerapkan penyesuaian pola hidup normal baru alias new normal berbarengan dengan Jabar. – CNN Indonesia 

3. Teras Berita “Kapan” (When)

Teras berita kapan menggunakan unsur waktu lebih kuat dibanding unsur lain. Biasanya berisi kapan peristiwa terjadi, kapan pernyataan diumumkan. JIka dilihat di media mainstream, teras berita ini termasuk yang jarang digunakan.

Contoh:

Pencoblosan Pemilu 2019 menyisakan dua hari lagi. Masyarakat diminta aktif bersama-sama menjaga dan mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). – Berita Satu 

Kota Bandung, Jawa Barat, sedianya mengakhiri masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 5 Mei 2020, Selasa besok. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung pun telah memutuskan untuk tidak memperpanjang PSBB. Namun, secara otomatis Kota Bandung akan mengikuti penerapan PSBB Jawa Barat, mulai Rabu, 6 Mei 2020. – Pikiran Rakyat 

4. Teras Berita “Di mana” (Where)

Ketika memilih teras berita di mana, berarti unsur yang paling dikedepankan adalah unsur tempat/lokasi. Teras berita ini juga termasuk yang jarang digunakan oleh wartawan. Tapi sesekali bisa diaplikasikan pada tulisan agar tidak bosan.

Contoh:

Bertempat di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menggelar acara open house Idul Fitri 1440 H, Senin (12/4/2019). Tamu undangan dan masyarakat turut diundang pada acara tersebut dalam rangka silaturahim di hari Lebaran.

5. Teras Berita “Mengapa” (Why)

Teras berita ini digunakan ketika unsur mengapa lebih dominan dibandingkan unsur lain. Umumnya isi berita dalam teras ini lebih kepada adanya sebab-akibat.

Contoh:

Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada Jumat (1/5) malam menyebabkan 21.000 lebih rumah warga di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. – Tirto

 

6. Teras Berita “Bagaimana” (How)

Teras berita ini digunakan ketika unsur bagaimana lebih dominan dibandingkan unsur lain. Nah, umumnya isi berita dalam teras ini menunjukkan proses mengapa kejadian bisa terjadi, atau langkah pemecahannya atas peristiwa tertentu. Meskipun jarang dipakai untuk berita straight news teras berita ini tetap menarik untuk dibaca.

Contoh:

Penyebaran virus corona (COVID-19) di berbagai belahan dunia terus meluas. Hingga Jumat, 3 April 2020 sore, jumlah kasus positif Covid-19 tepatnya telah mencapai angka 1.018.107. Sebagai bentuk antisipasi agar penyebaran tidak semakin meluas, masyarakat diminta untuk tetap di rumah, memakai masker, dan menjalankan protokol kesehatan lainnya. – Kompas.com

7. Teras Berita “Ringkasan”

Yaitu teras berita yang berisi ringkasan dari semua isi yang ada di dalam berita. Berupa isi yang dipadatkan, disebut juga teras berita yang menyimpulkan.

Contoh:

Kebakaran kembali melanda sebuah pasar swalayan di Kota Bandung. Penyebabnya diduga karena arus pendek listrik. Kerugian ditaksir ratusan jiwa dan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Demikian dilaporkan Dinas Kebakaran Kota Bandung, Selasa (3/4/2020).

8. Teras Berita “Kontras”

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata “kontras” mengandung makna “berbeda, berlawanan, sangat mencolok perbedaanya.” Dari situ dapat diartikan sebagai realistas sosial atau keadaan yang mencolok, baik dari realitas sekarang atau yang dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Contoh:

“Perayaan Idul Adha di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tidak seperti masyarakat Muslim lainnya. Tidak ada salat Ied ataupun penyembelihan hewan kurban. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka melakukan ritual tersendiri.”

 

Bersambung ke bagian kedua…

Adi Permana

One Comment

  1. Tolong setelah ini ajari kami membuat teras rumah. Teras berita tidak bisa dibuat gogoleran. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *