Manfaat Mengkaji Komunikasi Islam

Manfaat Mengkaji Komunikasi Islam

Manfaat mengkaji komunikasi dalam Islam-

Komunikasi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa berkomunikasi, kita mungkin akan sulit berinteraksi dengan sesama manusia. Bahkan dalam ilmu komunikasi itu ada yang disebut sebagai komunikasi transendental, yaitu menjelaskan bagaimana kita berintekasi dengan Yang Maha Kuasa lewat beribadah dan berdzikir.

Sehingga bisa dikatakan, pemanfaatan komunikasi itu amatlah luas. Kita sebagai manusia sangat penting untuk mempelajari ilmu ini.

Baca juga: Pengertian Feature dan Contohnya

Komunikasi itu bersifat omnipresent, artinya ada di setiap aspek kehidupan, ada di setiap segala tindak tanduk kita dalam beraktivitas. Selain itu, mempelajari ilmu ini, terutama di bidang psikologi komunikasi, juga penting agar kita bisa memahami audiens. Sehingga pesan yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik oleh mereka.

Menurut Hovland, Janis dan Kelly (1953), komunikasi adalah proses yang dilakukan oleh individu (sebagai komunikator) yang menyampaikan stimulus (biasanya secara verbal), untuk memengaruhi perilaku seseorang lain. Dengan demikian, komunikasi itu memiliki tujuan yaitu memengaruhi orang lain.

Komunikasi dalam Perpektif Islam

Selain mempelajari komunikasi secara umum, kita sebagai muslim juga harus mempelajari komunikasi dalam perpektif Islam. Apa itu maksudnya? Maksudnya adalah komunikasi yang kita lakukan di dalamnya memiliki nilai-nilai islami yang tercermin dari bagaimana kita menyampaikan pesan dan berinteraksi di kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, aspek komunikasi itu ternyata didijelaskan juga di dalam Al-Qur’an. Hal ini tentu saja sudah dipraktikan sejak zaman nabi dan rasul dalam berdakwah. Apalagi di zaman dulu, tantangan berdakwah lebih berat dan sulit karena dihadapkan pada masyarakat yang amat beragam.

Pada tulisan ini, saya ingin menyampaikan beberapa aspek dalam komunikasi secara perspektif Islam. Ternyata, ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi atau ditepati yakni dalam beberapa hal berikut:

  1. Prinsip Kejujuran

Prinsip pertama itu jujur. Dalam berkomunikasi yang menerapkan nilai-nilai Islam, seorang komunikator haruslah jujur dengan apa yang ia ucapkan atau sampaikan. Kejujuran adalah pondasi awal bagi kita untuk meraih kepercayaan dari orang lain. Dengan kejujuran kita bisa meraih simpati dari audiens kita.

  1. Prinsip Ketulusan

Ketulusan memiliki arti bahwa apa yang kita sampaikan saat berdakwah (mengajak orang menuju kebaikan), harus mempunyai maksud beribadah. Agar apa yang disampaikan oleh kita itu bisa menjadi pahala dan mendapatkan ridho dari Allah swt.

Pesan ketulusan ini juga terdapat dalam Al-Qur’an surah Ikhlas yang berbunyi ”Demi waktu sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali bagi orang-orang yang beriman dan beralam soleh. Yang saling berwasiat dalam kebaikan, dan menyeru kepada kebenaran.”

  1. Berkata Positif

Poin selanjutnya yang tidak kalah penting dalam prinsip komunikasi Islam adalah berkata yang positif, berkata yang berbobot. Apa maksudnya? Maksudnya adalah seorang komunikator harus selalu menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat yang bisa membangun jiwa optimis kepada lawan bicaranya.  Pesan yang positif itu terutama disampaikan kepada komunikan yang sedang mengalami masalah, yang sedang dihadapkan pada berbagai cobaan. Sehingga dengan berkata positif, kita bisa membangun rasa empati dan simpati, sekaligus memberikan motivasi kepada mereka.

Macam-macam Qaulan dalam Islam

qaulan islam
Sumber foto: muhammadiyah.or.id

Selain itu, manfaat lain mempelajari komunikasi Islam adalah kita bisa mengenal apa saja teknik-teknik komunikasi yang bisa digunakan kepada audiens. Teknik-teknik tersebut sebagaimana terdapat dalam ayat-ayat Alquran dan hadist. Apa saja teknik tersebut? Yaitu sebagai berikut:

  1. Qaulan Sadidan

Qaulan sadidan artinya perkataan yang benar dan tepat. Teknik ini bisa digunakan oleh seorang komunikator untuk menyampaikan pesan kepada nonmuslim atau orang bukan seiman dengan kita. Dengan menyampaikan perkataan benar dan tepat, kita bisa menyebarkan ajaran kebaikan sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah, sebuah Islam yang rahmatan lilalamiin. Selain itu, dengan menggunakan teknik ini akan membuat citra seorang muslim pun akan baik di mata orang lain.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surat an-Nisa ayat 9 dan urat al-Ahzab ayat 70

  1. Qaulan Baligha

Qaulan baligha artinya perkataan yang tepat pada tujuan. Kata baligha (tepat) maksudnya adalah jelas maknanya. Saya menafsirkan qaulan baligha sebagai seorang komunikator yang menyampaikan pesan dengan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.

Sehingga dengan teknik kedua ini, dapat berbekas kepada lawan bicara. Saya memahami teknik ini sebagai teknik menyampaikan pesan yang menyentuh terhadap akal dan logika orang lain. Komunikasi ini bisa juga kita sampaikan kepada orang yang seiman untuk menambah keyakinan mereka.

Hal ini sebagaimana terdapat dalam Surat an-Nisa ayat 63

  1. Qaulan Ma’rufan

Qaulan ma’rufan artinya perkataan yang baik. Maksudnya adalah seorang komunikator mesti menyampaikan pesan yang pantas, bahasa yang dipakai pun mesti santun, jangan sampai menyinggung perasaan orang lain. Di sinilah berlaku etika dalam komunikasi. Kita harus bisa menyesuaikan pesan kita dengan audiens.

Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam Surat al-Baqarah ayat 235, Surat an-Nisa ayat 5, dan Surat an-Nisa ayat 8.

Secara lebih luas, qaulan ma’rufa juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan (maslahat) kepada semua orang. Bayangkan jika seorang komunikator bisa menerapkan komunikasi seperti ini, audiens pun tentu saja akan sangat tertarik dan sangat memberikan pengaruh kepada mereka.

  1. Qaulan Kariman

Qaulan kariman artinya perkataan yang mulia. Maksudnya adalah kita sebagai manusia harus bisa memuliakan orang lain mana kala berbicara. Memuliakan di sini dapat diartikan saling menghormati. Kendati kita berbicara kepada orang yang dengan berbeda agama, tetap kita harus memuliakan mereka karena itu sebagai toleransi dalam beragama. Dalam surat Al-kafirun dijelaskan, “Bagimu agamu, bagiku agamaku”.

Selain itu, terkait qaulan kariman ini terdapat di dalam Surat al-Isra’ ayat 23

  1. Qaulan Layyinan

Qaulan layyinan artinya perkataan yang lembut. Maksudnya adalah sebagai komunikator kita harus berbicara dengan Bahasa yang lembut jangan terlalu keras. Ini mungkin sering kali tidak disadari oleh para pendakwah yang berdakwah dengan teriak-teriak, sehingga pesan dakwahnya tidak tersampaikan dengan baik karena kecenderungannya seperti sedang marah-marah, apalagi sampai menghakimi orang lain. Teknik penyampaikan pesan secara lembut sebetulnya akan lebih efektif. Sebagai contohnya adalah yang dilakukan Abdulla Gymnastiar atau Aa Gym

Cara dakwah atau teknik berkomunikasi seperti ini sebagaimana terdapat dalam Surat Thaha ayat 44

  1. Qaulan Maysuran

Qaulan Mauysuran artinya perkataan yang ringan, yang sederna, yang simpel, dan mampu dicerna. Maksudnya adalah pesan yang disampaikan hendaklah tidak terlalu berat. Perbanyaklah dengan contoh-contoh yang ringan dan cerita-cerita pada zaman Rasulullah. Dari situ kemudian diambil kesimpulan dan dikaitkan dengan ayat.

Mengapa demikian, sebab tingkat atau level pemahaman dan pengetahuan khalayak itu tidak sama. Mereka heterogen. Sehingga dengan Teknik komunikasi qaulan maysuran, pesan kita bisa masuk ke berbagai lapisan masyarakat.

Hal tersebut seperti dijelaskan dalam Surat al-Isra’ ayat 28

**

Pada kesimpulan, kita sebagai seorang mukmin harus memahami dan mengerti prinsip dan cara berkomunikasi secara islam ini. Apalagi saat ini tantangan dalam berkomunikasi itu amatlah berat. Kita harus pandai-pandai menjalankan peran kita dalam berdakwah sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an.

Semoga bermanfaat!

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *