Bakmi Rajim Rica-rica, Enak dan Murah

Bakmi Rajim Rica-rica, Enak dan Murah

Blog Adi Permana –

Sepulang kerja, seorang teman tiba-tiba bertanya. “Eh, kamu pernah nyobain atau mendengar Bakmi Rajim Rica-rica belum?”.

Saya jawab, “Belum tuh, kenapa memang? Enak bakminya?”

Dengan semangat dia menawarkan agar saya harus mencobanya. Lalu dia memperlihatkan sebuah vidio dari salah seorang food vlogger di YouTube yang mengulas tentang Bakmi Rajim ini. Saya tertarik lalu akhirnya menonton vlog-nya.

Usai nonton, saya kepikiran. Kok menggiurkan sekali ya. Jadi pengen. Dari situlah saya coba browsing sana sini, melihat beberapa review dari blog, lihat foto-fotonya, dan akhirnya memutuskan akan mencoba Bakmi Rajim.

Warung Pinggir Jalan Tapi Tetap Ramai

Karena tak mau sendirian, saya mengajak teman-teman kantor untuk mencicipi Bakmi Rajim. Kebetulan ternyata geng kulineran kantor saya memang belum pernah mencoba bakmi itu. Ditambah lagi, mereka memang sangat senang dan antusias dengan yang namanya jajan.

Akhirnya kami kuy ke Bakmi Rajim setelah solat maghrib di kantor. Kulineran kali ini ditemani Erry, Erna dan Anisa.

*Tebak sendiri saja yang mana Erry, Erna, dan Anisa.

Bakmi Rajim yang berlokasi di pertigaan Jalan Ksatria – Pasirkaliki ini berada di pinggir jalan. Kursi dan meja makannya pun di atas trotoar. Sebenarnya secara fungsi, trotoar bukan diperuntukkan untuk berjualan sih, akan tetapi di Indonesia hal-hal seperti ini ya masih dimaklumlah.

Tapi, meskipun di pinggir jalan, pengunjungnya lumayan banyak juga. Waktu kami ke sana, kursi-kursi sudah hampir penuh. Sebagai informasi, bakmi ini buka setiap hari dari pukul 18.00 – 01.00 dini hari WIB. Bayangkan, wajar kalau jadi favorit wong bukanya sampai tengah malam begini.

Apa saja menunya? Pokoknya segala macam bakmi ada di sana. Biasanya yang paling favorit kata beberapa reviewer itu Bakmi Yami Asin dan Bakmi Yamin Manis. Tapi teman-teman juga bisa mencoba Bakmi Kuah dan Bakmi Yamin Bihun. Dijamin tetap enak.

*Bakmi Yamin Asin Campur. (Foto: Adi Permana)
*Ini pesanan kami. Bakmi Yamin Manis warnanya lebih coklat karena ‘kan pakai kecap ya iyalah. Sementara Bakmi Yamin Asin warnanya lebih original. Porsinya lumayan banyak kan? Pokoknya selamat makan! (Foto: Adi Permana)

 

Bakmi di sini punya kekhasan pada ayam suwirnya. Menurut saya sih menambah enak karena suwirannya tipis-tipis gak setebal alisnya Lucinta Luna. Kuahnya enak, tidak terlalu gurih dan hambar. Bisa ditambahkan sambal bila ingin lebih “hot”. Teman-teman juga bisa pesan Bakmi Rica-rica meskipun tidak ada di daftar menu. Bakmi Rica-rica ini rasanya sedikit lebih pedas aja.

*Daftar menu Bakmi Rajim Rica-rica. Semua harganya Rp 30.000. (Foto: Adi Permana)

Setiap pesan bakmi ada tambahannya yaitu mau pakai bakso, pangsit, jeroan (kikil), atau campur semuanya. Harganya Rp 30.000 untuk semua porsi. Bagi saya, harga segitu lumayan worth it karena porsinya cukup banyak. Kalau kurang kenyang, bisa tambah gorengan atau bekal nasi aja sekalian dari rumah. *Emm kalakuan.

Penasaran? Mangga selamat mencoba!

**

Bakmi Rajim Rica-rica

Alamat:

Pertigaan Jalan Ksatria – Jalan Pasirkaliki (dari Stasiun Bandung belok kanan lalu ambil jalur kiri.) Tendanya berwarna hijau.

Jam buka: 

Setiap hari dari pukul 18.00 – 01.00 WIB
Harga: Rp 30.000 untuk semua porsi.

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *