10 Rekomendasi Film Drama Terbaik Sepanjang Masa

10 Rekomendasi Film Drama Terbaik Sepanjang Masa

Rekomendasi film drama terbaik sepanjang masa – Siapa yang tidak suka menonton film. Aktivitas tersebut sangat banyak digandrungi oleh hampir semua orang. Baik nonton di bioskop, maupun di laptop. Bahkan sekarang sudah banyak platform streaming film dengan kualitas yang sangat baik, misalnya berlangganan Netflix.

Setiap orang memiliki ketertarikan berbeda terhadap film. Ada yang suka film bergenre action, colosal, thriller, horor, science fiction, drama, dan lain-lain. Kalian sendiri termasuk yang suka genre apa nih, Sob?

Ada fakta menarik nih, menurut artikel yang pernah saya baca, ada kalanya kita perlu menonton film-film drama yang mengaduk perasaan. Film drama biasanya mengangkat tema-tema kehidupan. Beberapa film drama bahkan bisa memberikan kita energi positif untuk menambah motivasi dalam hidup, lebih bersemangat, dan lebih bersyukur.

Berikut ini saya mau membagikan 10 rekomendasi film drama terbaik sepanjang waktu versi saya.

10. My Annoying Brother

Film My Annoying Brother membuat emosi kita teraduk. Kita kadang diajak tertawa, tapi juga diajak bersedih. Film Korea yang diproduk tahun 2016 ini, dibintangi artis top Korea yaitu Jo Jung-suk, Do Kyung-soo, dan Park Shin-hye. Film My Annoying Brother menjadi rekomendasi saya karena masuk dereta film yang cukup laris di Korea, dan telah ditonton oleh lebih dari 1 juta penonton bahkan pada empat hari pertama dirilis.

 

9. Ode to My Father

Menurut Wikipedia, Ode to My Father menggambarkan sejarah modern Korea dari tahun 1950-an sampai saat ini. Semuanya dikisahkan melalui cerita seorang manusia biasa yang mengalami peristiwa seperti Evakuasi Hungnam tahun 1950 saat Perang Korea, keputusan pemerintah untuk mengirim perawat dan penambang ke Jerman pada tahun 1960-an, dan kepada perang di Vietnam. Tercatat, sampai sekarang Ode to My Father menempati peringkat kedua tertinggi sebagai film sejarah terlaris di bioskop Korea Selatan. Jumlah penontonnya tembus 14.2 juta tiket terjual.

Diproduksi tahun 2014, film Ode to My Father sangat menjadi rekomendasi bagi pecinta drama Korea. Film ini disutradarai oleh Yoon Je-kyoon dan dibintangi oleh Yunjin Kim dan Hwang Jung-min.

8. The Blind Side

Ada yang sudah pernah nonton film The Blind Side? Jika sudah, bagaimana menurut pendapat kalian? Film ini sungguh mengaduk emosi melihat perjuangan Michael Oher—yang diperankan oleh Quinton Aaron—menapaki perjuangannya menjadi seorang atlet Football Amerika. Film drama asal Amerika yang diangkat dari kisah nyata ini, membawa kita masuk ke dalam kehidupan Michael Oher. Pada awal kehidupannya, ia sungguh dilanda masa-masa sulit disebabkan pengaruh lingkungan yang buruk. Ditambah lagi, trauma masa kecil membuatnya sempat menjalani hidup sebagai tunawisma

Film the Blind Side tayang perdana di New York pada 17 November 2009 kemudian tiga hari setelahnya dirilis di Amerika Serikat. Sejumlah penghargaan telah diraih di antaranya Academy Award untuk aktris terbaik, meraih penghargaan screen actors guild untuk penampilan Terbaik Aktor Wanita Dalam Peran Utama, Teen Choice Award untuk Pilihan Aktris Terbaik: Drama/Petualangan Aksi, Critics’ Choice Movie Award untuk Aktris Terbaik, Penghargaan Golden Globe untuk Aktris Film Drama Terbaik, dan banyak lagi. Tentu saja, film ini sangat menjadi rekomendasi buat penikmat film bergenre drama!

7. Wedding Dress

Korea boleh dibilang sangat mendominasi film-film bergenre drama. Salah satunya adalah film Wedding Dress (2010) ini. Film ini bercerita tentang seorang perancang busana bernama Seo Go-Eun (diperankan oleh Song Yoon-Ah) yang hidup bersama putrinya. Ia merupakan seorang single mother.

Drama pada film Wedding Dress ini hadir saat Seo Go-Eun menderita sakit parah dan umurnya diprediksi tidak akan lama lagi. Anaknya mengetahui hal tersebut. Lantas, Seo Go-Eun ingin memanfaatkan sisa usianya dengan menjadi ibu terbaik untuk anaknya. Di sisi lain, anaknya pun tahu bahwa ibunya sedang sakit, sehingga keduanya saling ingin membahagiakan satu sama lain. Pokoknya, film ini bisa masuk list film genre drama untuk kalian nonton.

6. Graveyard of The Fireflies

Jika kalian mencari film drama bergenre animasi, saya merekomendasikan untuk menonton film Grave of the Fireflies. Film yang diproduksi Gibli Studio (1988) ini bercerita tentang kakak beradik korban perang dunia II, saat Jepang diserang oleh Amerika. Kedua kakak beradik ini harus bertahan di tengah masa sulit tersebut.

Apakah film Grave of the Fireflies sangat mengaduk emosi? Tidak usah ditanya lagi. Apalagi kisah yang menurut saya berat adalah tatkala mereka berdua menghadapi kelaparan karena ketersediaan makanan sangat kurang. Melalui film ini juga kita dibawa kepada sisi lain yang ditimbulkan dari peperangan: penderitaan.

5. Love for Sale 1 dan Love for Sale 2

Film selanjutnya adalah film dari Tanah Air. Dari sekian banyak film-film drama Indonesia (bukan Indos*ar) yang bagus-bagus, saya merekomendasikan film Love for Sale (2018). Film ini sangat laris di bioskop Indonesia, bahkan pada 2019 telah rilis sekuelnya. Kisah film Lover for Sale memang sangat dekat dengan kehidupan kita, ceritanya tidak terlalu berat. Banyak yang bilang Love for Sale ini film buat para jomblo.

Diperankan oleh Gading Martin (sebagai Richard) dan Della Dartian (sebagai Arini), Lover for Sale bercerita bagaimana seorang jomblo kesulitan mencari jodoh, lalu dia memanfaatkan situs kencan online untuk mencari pasangan. Ternyata Richard berhasil dan bertemulah dia dengan Arini. Cerita dan drama pun dimulai. Tentunya, dengan suguhan humor-humor yang menggelitik.

4. Wonder

Rekomendasi film drama terbaik selanjutnya adalah Wonder (2017). Sungguh film ini sangat sedih. Sangat cocok untuk ditonton di kala kita sendiri, atau ketika butuh sebuah suntikan motivasi.

Film Wonder ini diangkat dari novel bestseller karya R.J. Palacio. Ceritanya mengisahkan seorang anak bernama August Pullman (Jacob Tremblay) yang lahir dengan kondisi wajah tidak seperti anak normal lainnya. Ia pun akhirnya terpaksa home schooling. Jika keluar rumah, ia bahkan menggunakan helm untuk menutupi wajahnya.

Namun, bocah yang bercita-cita menjadi seorang astronot itu didaftarkan ke sekolah swasta oleh orangtuanya. Saat itulah ujian bagi Pullman untuk bergaul dengan anak-anak lainnya. Awalnya ia dijauhi, bahkan diledek. Akan tetapi lambat laun, Pullman bisa mengambil hati anak-anak di sekolah tersebut lewat suatu momen. Proses perjuangannya itulah yang membuat air mati menetes tatkala menonton film ini. Sampai akhirnya ia terlipih sebagai murid terbaik di sekolahnya. Wah pokoknya wajib untuk ditonton deh!

4. Mohabbatein

Tak lengkap rasanya jika belum ada film drama Bollywood. Menurut saya, film drama India terbaik sepanjang masa adalah film Mohabattaen. Sekali ini versi saya ya, kalian bisa saja mempunyai pendapat lain. Film yang banyak meraih penghargaan ini dibintangi oleh dua nama beken Amitabh Bachchan dan Shahrukh Khan. Meskipun filmnya dirilis tahun 2000, entah kenapa setiap kali menontonnya kembali, tetap saja sedih. Melalui film ini pula, lagu-lagu hit seperti “Humko Humise Chura Lo” dan “Soni Soni” dikenal banyak orang.

2. The Pursuit of Happyness

Jika kalian merasa sedang menjalani situasi berat dalam hidup, atau merasa galau tentang pekerjaan? Coba deh untuk menonton film drama Amerika ini. The Pursuit of Happyness (2006) akan mengajak kita melihat sisi lain sebuah perjuangan menuju sukses. Prosesnya itu tidak mudah, bahkan kita akan berkali-kali jatuh. Dan mungkin itulah yang tengah kita rasakan saat ini.

Meskipun kita sedang terpuruk, sedang galau masalah hidup, bukan berarti itulah akhir dari karier kita. Dengan tetap berusaha, bersungguh-sungguh, dan melakukan yang terbaik, kita akan sukses pada waktunya. Tentu saja, harus dibarengi doa. Film The Pursuit of Happyness mengajarkan itu kepada saya.

Saya sangat merekomendasikan film drama terbaik sepanjang masa yang dibintangi oleh William Smith ini.

1. Miracle in Cell no. 7

Film selanjutnya, sekaligus film genre drama terakhir yang saya rekomendasikan adalah Miracle in Cell no. 7. Pertama kali menonton film Korea yang dirilis pada tahun 2013 ini, adalah saat saya masih kuliah. Saking senangnya dengan film ini, saya pun banyak merekomendasikan ke teman-teman di kampus. Bahkan teman saya sampai sekarang ada yang menjuluki saya “Opaa Adi” gara-gara saya maksa dia harus menonton film ini.

Sepertinya, film drama Miracle in Cell no. 7 ini menjadi salah satu film drama terbaik sepanjang masa yang harus ditonton. By the way, saya bahkan masih menyimpan file filmnya sampai sekarang lho.

 

Baca ulasan film lainnya:

 

 

Adi Permana

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *