Menikmati Suguhan Air Mancur di Kiara Artha Park Bandung

Menikmati Suguhan Air Mancur di Kiara Artha Park Bandung

Ulasan taman Kiara Artha Park Bandung – Menikmati air mancur yang bisa menari-nari sesuai iringan musik dengan hiasan lampu warna-warni kini bisa Anda nikmati di Kota Bandung. Ya, Kota Kembang kini memiliki satu taman wisata baru. Tidak jauh dari Fly Over Pelangi, taman yang memiliki nama Kiara Artha Park ini terletak di Jalan Jakarta-Kiaracondong.

Taman ini telah dibuka sejak 17 Agustus 2019 lalu, terbuka untuk umum dan untuk sekarang masih gratis. Berarti nanti akan berbayar? Menurut informasi sih begitu. Pemerintah Kota Bandung membuka taman ini untuk memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dilaksanakan di Bandung pada 1955 silam. Makanya di taman tersebut terdapat patung wajah-wajah tokoh yang ikut dalam KAA.

Taman Kiara Artha Park Bandung
*Patung wajah Perdana Menteri Myanmar U Nu yang berada di Taman Kiara Artha Park. (Foto: Adi Permana)

Waktu yang cocok untuk datang ke taman ini adalah di sore hari menuju petang. Anda bisa jalan kaki atau sekedar jogging di taman seluas 2,6 hektare ini. Kenapa harus sore, karena pohon di sana belum terlalu rindang dan tinggi, jadi bakal sangat panas tentunya. Dan kalau sore, sekalian bisa menanti senja datang. Sambil duduk manis di bangku taman, dengerin lagunya Fiersa Besari, dan bikin puisi deh. Haha.

Taman Kiara Artha Park Adi Bandung
*(Foto: Adi Permana)

 

Taman Kiara Artha Park Bandung
*Foto: Adi Permana

Taman ini juga sangat Instagramable. Banyak spot foto yang menarik bagi yang hobi motret. Uniknya, saat saya ke sana belum lama ini, banyak yang berkunjung bersama keluarga dan beberapa di antaranya botram. Beda halnya dengan yang membawa anak kecil, spot yang menjadi favorit adalah naik Bandros keliling taman.

 

Taman Kiara Artha Park Bandung
*Bus Bandros di Taman Kiara Artha Park. Bus ini menjadi salah satu objek wisata favorit di sana. Bahkan sampai terjadi antrean panjang. (Foto: Adi Permana)

 

Taman Kiara Artha Park Bandung
*Gajah dari rumput sintetis. (Foto: Adi Permana)

 

Nah lalu bagaimana soal makanan dan jajanan? Tidak lengkap dong rasanya kalau jalan-jalan tanpa jajan. Di taman tersebut juga ada stand-stand kuliner walau tak terlalu banyak. Maklum karena baru buka. Dan satu lagi yang tak kalah penting, di sana disediakan banyak tempat colokan, jadi tak usah khawatir baterai habis ketika foto-foto.

Air Mancur

Jangan heran. Jika menjelang maghrib, para pengunjung akan semakin padat ke taman ini. Sebab ada salah satu spot yang sangat dinantikan, yaitu air mancur. Katanya sih, pertunjukan air mancurnya mirip-mirip yang ada di Purwakarta.

Kolam Air Mancur di Kiara Artha Park
*Pengunjung sedang memotret ikan-ikan koi yang ada di kolam air mancur Kiara Artha Park. (Foto: Adi Permana)

 

Kiara Artha Park Bandung
*Kolam air mancur di Kiara Artha Park Bandung. Jika malam hari, kolam ini mempertunjukkan atraksi air mancur. (Foto: Adi Permana)

 

Saya pun penasaran dan rela menunggu sampai menjelang Isya. Para pengunjung sudah sangat mengantre bak lautan manusia di sekeliling kolam. Begitu terdengar ada pengumuman pertunjukkan akan dimulai, sontak para pengunjung pun semakin antusias.

Dari segi pertunjukkan sebenarnya sederhana saja. Hanya berupa kolaborasi antara air mancur, musik, dan lampu sorot warna-warni. Tapi itu sudah cukup untuk menghibur para pengunjung waktu itu, sampai-sampai parkiran pun penuh dan menyebabkan kemacetan bagi jalan sekitar.

Sayang sekali, handphone saya kebetulan low baterai ketika pertunjukkan sudah dimulai. Ingin charge terlebih dahulu, tapi posisi sudah terjebak di tengah kerumunan orang. Tapi saya bersyukur, karena atas low baterai itulah, setidaknya saya bisa benar-benar menikmati suguhan hiburan air mancur tersebut tanpa harus merekam atau mengupdate status di semua media sosial. Lega juga sih. Even though, almost everyone hands up and recorded that moment by their smartphone.

Kampung Korea

Selain hiburan air mancur di malam hari, taman ini juga menyajikan beberapa spot foto yang cukup menarik lainnya. Salah satunya keberadaan Kampung Korea. Tapi sayang, tapi tidak masuk ke dalamnya jadi hanya mengambil beberapa foto dari luar.

Kiara Artha Park Bandung
*Kampung Korea di Taman Kiara Artha Park Bandung. Bangunan-bangunan di tempat tersebut memang dibuat sangat mirip dari sisi arsitektur dengan yang ada di Korea. (Foto: Adi Permana)

Tapi berdasarkan informasi dari salah satu petugas penjaga pintu masuk, Kampung Korea di Taman Kiara Artha Park ini berisikan rumah-rumah yang khas Korea. Pengunjung bisa menyewa baju hanbok, kemudian bisa menikmati makanan Korea, dan ada toko cenderamata all about Korean. Jika ada yang tertarik, tiket masuknya Rp. 10.000 per orang.

Kiara Artha Park Bandung
Pintu masuk ke Kampung Korea di Kiara Artha Park Bandung. (Foto: Adi Permana)

Perlu Dibenahi

Taman Kiara Artha Park ini masih dalam tahap pembangunan menuju finishing. Sehingga beberapa lokasi terlihat belum selesai. Parkirannya memang sangat luas. Tapi pintu keluarnya masih terbatas, bahkan hanya ada satu akses. Sehingga kalau para hendak keluar usai menyaksikan pertunjukkan air mancur, seringkali terjadi kemacetan yang sangat luar biasa. Apalagi jika weekend. Mungkin kedepannya bisa dibagi pintu keluar untuk motor dan juga mobil.

 

Kiara Artha Park Bandung
*Suasana jalan di Kiara Artha Park Bandung. Jika sudah malam, kemacetan sering terjadi menuju pintu keluar. (Foto: Adi Permana)

Selain itu, yang menjadi persoalan juga adalah tempat solat (Mushola) yang amat kecil. Jika dihitung, maksimal hanya 15 orang yang bisa salat di sana. Termasuk dengan tempat wudhu-nya pun terbatas. Sementara orang yang akan solat ada ratusan. Antrian salat pun harus terjadi, dan saya merasakan itu. Belum lagi tempat wudhu yang bercampur antara laki-laki dan juga perempuan, tentu saja ini kurang nyaman.

Kiara Artha Park Bandung
*Kondisi mushola di Kiara Artha Park saat salat maghrib. Bentuknya yang kecil membuat pengunjung harus antre panjang untuk salat. Belum lagi lokasi wudhu yang bercampur antara laki-laki dan perempuan membuatnya kurang nyaman. (Foto: Adi Permana)

 

Kiara Artha Park Bandung
*Pengunjung sedang antre di lokasi wudhu tambahan di samping mushola Kiara Artha Park Bandung. (Foto: Adi Permana)

Ini perlu dipikirkan oleh pengelola kedepannya karena, banyak orang yang mengeluh, masa tamannya gede tapi tempat salatnya sekecil itu. Apalagi di kala waktu salat maghrib, di mana suasana pengunjung sangat membludak, mushola kecil, dan seperti kita tahu waktu salat maghrib itu tidak terlalu panjang,

Tapi saya yakin, jika taman ini dikelola dengan baik, selalu ada hiburan baru, bakal menjadi magnet wisata baru di Kota Bandung. Saya pun rencananya ingin ke sana lagi sambil joging atau sepedahan.

Sekian review kali ini. Semoga bermanfaat.

Baca: KKN di Desa Penari dan Pesan Menjaga Etika

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *