Nyobain Bakmi Jogja di Bandung

Nyobain Bakmi Jogja di Bandung

Nyobain Bakmi Jogja di Bandung – Suasa khas Jawa begitu terasa saat masuk ke salah satu tempat makan terkenal di Bandung ini. Alunan musik dari kendang, dikombinasikan dengan bonang, dan gemalan membawa suasana malam minggu itu hanyut ke dalam romantisme Jawa era 90-an.

Penyanyi perempuan dalam suara rekaman itupun piawai melantunkan lagunya. Nada dan cengkoknya sangat khas Jawa. Tentu saja, mungkin karena bahasa yang dibawakan adalah Bahasa Jawa. Selain itu, tempat makan yang didominasi oleh warna hijau tersebut juga tetap mempertahankan ornamen dan ukiran kayu khas keraton-keraton Jawa.

Bakmie Jogja Bandung
Suasana Bakmi Jogja di Jalan Taman Pramuka, Riau, Kota Bandung. Perhatikan spanduknya, aneh? (Foto: Adi Permana)

Pengunjung yang datang malam itu tidak terlalu ramai, juga tak terlalu sepi. Memang, tempat makan bernama Bakmi Jogja yang terletak di Jalan Taman Pramuka, Riau, Kota Bandung itu seolah tak pernah sepi dari pelanggannya. Tidak hanya kalangan tua, kalangan muda pun banyak yang datang ke sini.

“Nyuwun sewu, mas,” kata salah seorang pegawai menghampiri saya dan teman yang baru duduk di kursi sambil menyerahkan daftar menu. Karena saya tidak bisa Bahasa Jawa, saya jawab pakai Bahasa Indonesia saja dan langsung memesan makanan. Kebetulan, temen saya punya pengalaman hidup di Jawa jadi dia mengerti dan bisa meladeni obrolan mbaknya.

Bakmi Godhog atau Goreng?

Jujur, saya baru pertamakali datang ke tempat tersebut. So, saya belum tahu dong makanan dan minuman apa saja yang enak di sana. Kalau kasusnya begitu, teman-teman bisa tanyakan apa menu favorit dan rekomendasi kepada pelayan. Saat di Bakmi Jogja, si mbaknya, memberikan rekomendasi Bakmi Godhog/Goreng/Nyemek (saya baru tahu kalau godhog itu artinya makan yang berkuah karena direbus, dan nyemek itu makanan basah atau sedikit kuahnya). Akhirnya saya pesan Bakmi Godhon dan Bakmi Goreng sekaligus. Sementara minumannya, saya memesan Ronde Jogja.

Semua Bakmi harganya Rp 23.000 belum termasuk tambahan lain-lain. Kalau Ronde Jogja, harganya Rp 15.000. Memang sedikit mahal tapi saya sengaja memilih itu karena penasaran. Jenis minuman lainnya juga tersedia. Untuk minuman panasnya ada teh, kopi, kopi jahe, jeruk peres, teh manis dan tawar. Dan minuman dinginnya ada es teh manis, es teh tawar, es jeruk nipis dan es jeruk peres. Semuanya minuman tersebut relatif sama dengan tempat makan pada umumnya, makanya saya pilih Ronde Jogja.

Bakmi Goreng enak Bandung
*Menu Bakmi Goreng dan nasi di Bakmie Jogja, Jalan Taman Pramuka Bandung yang saya pesan (Foto: Adi Permana)

Pada postingan Review pertama ini, saya dapat referensi dari salah satu teman yang hobinya makan. *Eh maksudnya kulineran. Katanya, ini tempat yang cukup legendaris dan terkenal di Bandung. “You have to try Adi,” katanya.

Lokasi Bakmi Jogja ini memang cukup strategis dan mudah untuk diakses via aplikasi map. Tidak jauh dari pusat kota, dan tidak terlalu hiruk-pikuk dengan kemacetan lalu lintas. Selain itu, meskipun tempat makan ini tradisional kelihatannya, tapi sudah available di Go Food atau Grab Food juga. Tapi menurut saya, kurang afdal kalau beli Bakmie dari sini tidak makan di tempatnya langsung.

Menu Makanan

Selain Bakmi, makanan utama di tempat ini juga terdapat Bihun Godhok/Goreng/Nyemek, Nasi Goreng Jogja, dan Nasi Ruwet. Kemudian makanan ringannya ada Karak /Legendar, Kerupuk Aci dan Tempe /Tahu Bacem. Saya belum mencoba menu-menu tersebut, semoga lain kali atau awal bulan nanti bisa ke sini lagi.

Perlu diingat, buat yang mau ke sana, tempatnya buka dari pukul 11.00 – 21.00 dan hari Senin tutup.

Rekomendasi menu yang saya sarankan adalah Bakmi Godhog atau Goreng. Dua menu itu memang paling favorit di sini. Namun jika harus memilih, saya lebih suka Bakmi Goreng. Entah karena lidah saya sangat Sunda, atau bukan, rasa bumbunya pas, ada pedas dan manisnya juga. Hal yang sama juga dirasakan teman saya, dia juga lebih tertarik dengan Bakmi Goreng. Ukuran mie-nya sedikit lebih kecil tapi tekstur mie lembut. Kita bisa tambah nasi dan request tambahan lain misalnya memakai ati ampela, telur dadar atau ceplok.

Bakmi Godhog juga enak sebetulnya, tapi saya kurang suka aja. Seperti kurang greget dan porsinya juga lebih sedikit.

Lalu bagaimana dengan Ronde Jogja? Nah, kalau pesan minuman ini, kita harus pesan lagi minuman lain seperti air atau teh tawar biar tenggorokan tidak seret setelah makan. Ronde Jogja ini cocok kalau suasana sedang dingin. Rasa hangat jahenya terasa tapi tidak terlalu strong di tenggorokan. Satu hal yang spesial dari minuman tersebut ada pada isi bola rondenya saat dimakan. Saat digigit, itu seperti ada sesuatu yang manis “crot” di dalam mulut. Please don’t negative thingking first ya haha.

Wedang Ronde Bakmi Jogja Bandung
Wedang dan Ronde Jogja (Foto: Adi Permana)

Tapi menurut salah seorang teman saya yang pernah makan di sini, dan dia adalah orang Jogja asli, rasa Bakmi Godhog-nya kurang mewakili. Begitupun dengan harganya yang terlalu mahal. Mungkin tiap orang bisa beda selera. Menuru saya, tempat ini sah-sah saja untuk dijadikan pilihan kalau ingin menikmati suasa Jawa sambil makan Bakmi.

Jika teman-teman mau makan ke Bakmi Jogja, saya sarankan jangan terlalu malam datang ke tempat tersebut, apalagi ketika weekend, karena khawatir menu Bakmi-nya sudah habis. Di tempat tersebut juga tidak ada lahan parkir untuk mobil. Jadi terpaksa harus mencari tempat parkir di pinggir jalan. Kalau yang membawa motor, tidak usah khawatir karena ada space motor meskipun kecil.

*By the way, ini tulisan pertama saya dalam mengulas sesuatu. Saran dan masukannya silakan ditulis di kolom komentar ya. Terima kasih šŸ™‚

Baca juga: Gunung Putri yang Kini Tak Perawan Lagi

Adi Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *